Anak Tewas Dipelukan Bapaknya Terkena Peluru Anggota TNI di Bandara Merauke

0
123

BERITA PAPUA – Bapak dan anak terkena tembak di bandara Moppah Merauke, Papua, oleh praka Dedi anggota Yonif 755/Yalet yang selama ini ditugaskan sebagai perwakilan di bandara Moppah Merauke, Senin (9/3/2015).

Saat kejadian senjata pistol jenis FN 64 milik Kabekangdam Cenderawasih sedang di pegang Praka Dedi  untuk mengosongkan pelurunya, kemudian dititipkan ke security Bandara,  namun naas bagi praka Dedi, pada saat mengosongkan peluru, tiba-tiba sejata api (Senpi) meledak dan menembus dinding sebelah hingga mengenai  Sugiono dan anaknya Novan.

Novan bocah 6 tahun langsung meninggal di tempat, sementara ayahnya Sugiono kritis,  karena peluru menembus dada sang ayah lalu anaknya, saat itu Sugiono duduk sambil menggendong Novan yang lagi sakit diruangan khusus Sriwijaya Air dan hendak mengurus  surat permohonan keberangkatan
karena sang anak lagi sakit.

Sugiono dan anaknya sendiri adalah penumpang Sriwijaya Air tujuan Jogjakarta yang seharusnya senin pagi  mau  berangkat ke Jogjakarta untuk  dirujuk kesalah satu rumah sakit di Jogjakarta  karena sakit, namun hal itu tak kesampaian, karena  Novan harus meninggal dipelukan ayahnya yang saat itu juga terkenan peluru.

Novan kini diruang Jenaza Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke untuk dilakukan pengambil proyektil yang masih bersarang di tubuhnya,  sementara sang ayah masih kritis.

Danrem Merauke Brigjen TNI Supartodi mengaku siap bertanggungjawab atas kejadian itu. Danrem juga mengaku perbuatan yang dilakukan oleh
prajuritnya itu adalah sebuah kelalaian.

“Saya minta maaf kepada keluarga korban atas kejadian ini. kami tetap bertangungjawab. Dan anggota itu tetap di proses, itu adalah sebuah kelalaian,” tegas Brigjen Sipartodi.” Pungkasnya. (Steveman)