74,60 Persen Responden Puas Kinerja PAS, Masuk Tahun Ke- 3 Popularitas Rahmat Effendi Meningkat 

0
76
Didit Susilo

EVALUASI merupakan bagian penting dalam proses dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Keberhasilan suatu pemerintahan akan diketahui melalui evaluasi. Tanpa evaluasi, sulit diketahui keberhasilan suatu program dan pencapaiannya secara terukur.

Kepemimpinan Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu (PAS) sudah memasuki tahun ke -3 tepat pada HUT Kota Bekasi 10 Maret 2015 kemarin. Berdasarkan hasil survei Bekasi Parliamentary Center (BPC) Bekasi, 74, 60 persen responden mengaku puas dengan kepemimpinan PAS.

“Memasuki tahun ke-3 kepemimpinan PAS dinilai oleh publik cenderung positif, meskipun untuk program populis seperti layanan kesehatan dan pendidikan gratis dinilai masih negatif oleh publik,” kata Direktur Bekasi Parliamentary Center (BPC) Bekasi, Didt Susilo kepada Beritaekspres.com, Senin (16/3/2015)

Survei dilakukan sejak 6-16 Maret 2015. Penentuan respoden menggunakan teknik multistage random sampling. Adapun aspek yang dievaluasi meliputi kebijakan pendidikan, kesehatan, Kartu Bekasi Sehat (KBS), car free day, pembangunan infrastruktur, pelayanan pemerintahan, persampahan perkotaan, lalulintas/angkutan umum dan performance Walikota Rahmat Effendi.

Konsentrasi riset dilakukan di 6 kecamatan terpilih diantaranya, Bekasi Barat, Timur, Utara dan Bekasi Selatan, Rawalumbu dan Pondok Gede. Jumlah responden sebanyak 2.065 orang dengan margin of error 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Didit berharap, walikota mendorong agar kasus kemacetan, persampahan perkotaan dan minimnya penyerapan lapangan kerja untuk dicarikan solusi. Dengan permasalahan persampahan perkotaan yang makin tidak realitas antara daya dukung (TPA Sumur Batu overload), tenaga persampahan minim, angkutan terbatas tidak sebanding dengan produksi sampah per hari sekitar 1. 528 ton.  

Menurutnya, layanan kesehatan yang masih banyak dikeluhkan, walikota harus berani memberikan sanksi tegas terhadap rumah sakit swasta yang selama ini tidak mau menerima pasien miskin pemegang BPJS atau Kertu Bekasi Sehat. Ke -33 rumah sakit swasta yang sudah menandatangai MoU mau menerima pasien KBS selama ini juga cuma menggugurkan kewajiban atau malah terang-terangan menolak pasien dengan berbagai alasan.

Sementara masih adanya pungli untuk layanan pendidikan gratis 12 tahun perlu pengaturan dan terobosan yang jelas, mana yang memang gratis dan mana yang memang harus membayar, sehingga orangtua murid tidak hanya dijelali janji-janji dan menganggap semua gratis seratus persen.

Terkait performance dan popularitas Walikota Rahmat Effendi terus meningkat seiring dengan suksesnya car free day, pembangunan Stadion Patriot, RSUD 8 lantai, turun ke bawah (blususkan) dengan bersepeda setiap hari Jumat pagi dan seringnya muncul di even-even publik.

“Secara realistis saat ini popularitas Walikota belum tertandingi, apalagi dalam UU Pilkada yang baru disahkan DPR RI, secara umum, Rahmat Effendi masih bisa mencalonkan kembali meski DPP Golkar sedang gonjang-ganjing. Jadi untuk Pilkada Kota Bekasi 2018 mendatang masih bisa maju kembali, kalau misalnya DPP Golkar tidak mencalonkan karena keputusan politik, tetap saja beberapa partai tengah akan mendorongnya dengan alasan lebih realistis,” pungkasnya. (***)