Disperindagkop Aceng Sohaludin: Pemerintah Kota Bekasi Siap Dalam Menghadapi MEA 2015

0
92
Aceng Sohaludin

BERITA BEKASI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Kota Bekasi tengah menyiapkan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

“Kita harus jujur secara makro dan secara global Kota Bekasi mempunyai potensi yang besar. Buktinya Produk Domestik Bruto Bekasi (PDBB) didukung 60 % Industri dan perdagangan,” ujar Kepala Dinas Disperindagkop, Aceh Sohaludin ketika ditemui Beritaekspres.com diruang kerjanya, Senin (16/3/2015).

Aceng Sohaludin menjelaskan, bahwa industri yang dimaksud, adalah indusrti yang mempunyai efek luas. Sebab, industri manufaktur itu, industri besar yang harus kita bina dan bagi industri dan para pelaku usaha kecil juga harus kita bina agar mereka siap untuk menghadapi MEA 2015 ini,” terangnya.

Bagaimana caranya lanjutnya, pertama kita sertifikasi pernak-pernik mereka agar bisa bersaing, kalau kita telaten membina dari sekarang mudah-mudahan apa yang kita hadapi kedepan terutama MEA 2015 ini siap bersaing dengan produk dari Negara lain. Saat ini kita sedang gencar-gencarnya pembinaan dan perizinan bagi para pelaku usaha.

“Kita bantu administrasinya supaya mereka memiliki akses kredibilitas yang bagus. Misalnya, mereka mempunyai kesulitan permodalan, mereka bisa akses ke Bank atau lembaga keuangan lainnya. Mereka mempunyai kesulitan dibidang managerial kita bisa latih,” katanya.

Masih kata Aceng, mereka punya kekurangan dibidang alat-alat kita juga bisa meminta ke Provinsi dan Kementerian untuk menciptakan usaha ini, dan sekarang kita sudah banyak melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha ini, contohnya UMKM makan & minuman kita berikan sertifikasi halalnya secara gratis.

“Lebih dari 200 produk pertahun ada sekitar 600-700 produk UMKM sudah kita bantu sertifikasi halalnya, sehingga kota bekasi sudah dinyatakan kota halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawabarat. Ini salah satu bentuk upaya mendorong produk pelaku usaha ini masuk dipasar MEA 2015,” paparnya.

Ketika Beritaekspres.com pertanyakan soal pelatihan, Aceng melanjutkan, ada pelatihannya ada bantuan berupa modal dan peralatannya. Kalau menurut saya kita harus menjadi tuan rumah di Negeri sendiri, paling tidak untuk menghadapi persaingan ini produk awal kita sudah siap bersaing dengan negara-negara lainnya, karena produk itu yang harus kita bimbing jangan sampai produk kita tidak bisa bersaing dengan produk lainnya.

“Sertifikasi sangat mutlak untuk barang dan diatur oleh undang-undang dan tidak boleh sembarangan untuk memproduksi sebuah barang dan harus sesuai standar jika tidak akan kena sangsi baik sangsi administrasi maupun sangsi lainnya,” tegasnya.

Aceng melanjutkan, mungkin yang jadi persoalan adalah keuangan Pemerintah Kota Bekasi terbatas, sehingga daya jangkau kita untuk melatih pelaku usaha itu juga terbatas, perlu sebuah sinergisitas antara Pemerintah Kota Bekasi melalui APBD nya, Pemerintah Provinsi Jawabarat melalui APBD Provinsi nya dan Pemerintah Pusat melalui Kementeriannya disatukan untuk melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha ini.

Kalau kita adakan pertahun mungkin tidak lebih hanya 250 orang pelaku yang kita bina, UMKM ini jumlahnya ribuan bahkan puluhan ribu yang baru kita data. UMKM ini potensi sehingga perlu bersinergi dengan pihak lain dalam melakukan pembinaan bagi para pelaku usaha. Sebagai mitra DKI Jakarta, Kota Bekasi yang dihuni 2,5 Juta lebih ini sudah menjadi kawasan yang potensial untuk investasi bisnis.

Jadi kami disektor perdagangan industri dan koperasi nanti ada dinas yang bertugas dalam melatih misalnya dinas tenaga kerja membuka sebuah pelatihan yang dikhususkan bagi para pelaku usaha dan para pencari kerja yang memang akan masuk diperusahaan-perusahaan yang memang harus mempergunakan bahasa asing dan harus memenuhi standar tersebut.

Jadi tambahnya, harus ada sinergisitas antara disnaker dan Disperindagkop  karena semua harus berbarengan ketika ekonomi masyarakat kota bekasi meningkat. Chevest punya pusat yang berlokasi dikota bekasi jadi kita bisa memanfaatkan dan berkerjasama dengan mereka, lalu kita punya Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Jawabarat yang berlokasi juga di Kota Bekasi itu juga bisa kita manfaatkan. (Wawan)