Djenab Istri Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi: Anak Saya Yang Kecil Sampai Tak Kenal Dengan MD

0
487
Djenab

BERITA BEKASI – Djenab istri sah dari Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi asal Partai Gerindra, Muhamad Dian (MD) mengungkapkan, anaknya yang bungsu, Dafhna Zazila Bayrisya (1,5) sampai tidak kenal dengan bapaknya karena tidak pernah pulang kerumah.

“Anaknya sekarang sedang sakitpun MD tidak pernah mau tahu, apalagi ada niat lihat anaknya pulang ke rumah meski sebentar,” ujar Djenab kepada Beritaekspres.com, Selasa (24/3/2015).

Djenab menjelaskan, Dinar Azhara Septia Maharani Dinab (15) anak prempuan pertamanya mengalami setres karena memikirkan bapaknya yang tidak pernah tahu dan jelas kemana lubukya. Bahkan, anak pertamanya ini sempat malu disekolah karena teman – temanya selalu mempertanyakan bapaknya.

“Segala keperluan dan mengurus anak itu selalu saya termasuk kesekolah jadi wajar saja kalau teman – temanya bertanya memang Dinar ngak punya bapak ya,” terang Djenab menjelaskan dengan wajah yang tertunduk lesu.

Masih kata Djenab, Dinar saat ini sampai menderita setruk ringan akibat memikirkan bapaknya. “Sebelumnya saya selalu berusaha menutupi dengan alasan tugas dan sibuk kerja, tapi lama kelamaan saya sudah tidak bisa berbohong lagi kalau bapaknya ngak pernah pulang dan memikirkan keluarganya,” katanya.

MD lanjutnya, sudah banyak berdosa dengan anak – anaknya. MD juga tidak pernah mengirimkan uang untuk biaya anaknya. “Saya selalu berusaha mencari MD tapi dia selalu menghilang pernah kepergok dengan saya tapi hanya menitipkan uang sebesar Rp500 ribu aja untuk anaknya.

Itupun tambahnya, harus saya kejar – kejar kalau tidak dia tidak pernah ingat dengan anaknya. “Dia tidak memikirkan saya tidak masalah asal dia memikirkan anaknya, tapi MD melupakan kami semua dan saya hanya berdoa agar MD mendaptkan balasannya,” tandasnya.

Sebelumnya, tiga belas lampiran berupa pertimbangan dan pangaduan yang ditujukan kepada M. Dian itu diantaranya, risalah rapat Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bekasi pada tanggal 27 Oktober 2014 tentang adanya laporan dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh MD selaku anggota Dewan DPRD yang dilaporkan istri sahnya Djenab kepada BK DPRD Kota Bekasi.

Pengaduan masyarakat pada tanggal 27 Januari 2015 tentang adanya pungutan uang sebesar Rp19.500.000 dari seorang kontraktor Irwan Darwisj yang diberikan langsung kepada yang bersangkutan MD dengan janji akan diberikan pekerjaan berupa paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bekasi.

Pengaduan masyarakat pada tanggal 03 Januari 2015 tentang adanya pungutan uang kepada 6 orang Caleg dengan dalih untuk membayar saksi dalam pemilu 2014 diantaranya, atas nama Caleg nomor urut 2 Dapil 1 Bekasi Timur, Antonius sebesar Rp20.000.000 dan Caleg nomor urut 10 atas Toga Manalu, ST sebesar Rp25.000.000 yang diserahkan langsung kepada yang bersangkutan M. Dian.

Termasuk dugaan penggunaan ijazah Sarjana Hukum (SH) palsu dengan fakta Nim dari MD 96130065 yang tertera dalam ijazah berbeda dengan ada di Pangkalan Data (Data Base) di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang terdaftar atas nama Donald Saritua Sitompul. (Indra Sukma)