Harian Kompas dan PGN luncurkan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015

0
261

BERITA BEKASI – Peluncuran Indeks Kota Cerdas di adakan di JCC Senayan pada hari Selasa (23/03) yang diselenggarakan oleh Harian Kompas dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Acara di hadiri oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan 5 Menteri. Kabinet Indonesia Hebat diantaranya Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago, Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri, Thajjo Kumolo dan Menteri EDSM, Sudirman Said sebagai pembicara.

Walikota Bekasi, Rahmat Effendi turut hadir dalam acara tersebut yang didampingin oelh Kepala Dinas Tata Kota, Ir. Koswara, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, M.B. Santosa, dan Kepala Bagian Telematika, Ferry

Penduduk dunia sekarang sekitar 7 milyar jiwa dan hidup di perkotaan sekitar 50% nya, pada tahun 2050 akan diperkirakan akan menjadi 9,6 Milyar yang akan hidup di perkotaan sejalan dengan pertambahan di dunia.

Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (ITB) berpendapat “Untuk memperbaiki kehidupan di kota muncul gagasan kota hijau (Green City), gagasan ini mengatasi pencemaran udara kota akibat asap kendaraan bermotor dan polusi pabrik” ucap Suhono.

Dalam perkembangannya, para ahli perencanaan kota melihat akan mewujudkan sekadar Kota hijau tidaklah cukup, dibutuhkan sebuah kota layak huni membutuhkan Smart City, yakni kota menempatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu dengan cepat mengetahui persoalan di lapangan.

Tujuan acara ini memberikan masukan tentang perlunya mengambil keputusan dalam pelayanan kota dan mendorong perhatianlebih terhadap perkembangan kota agar terciptanya pembungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Acara ini dihadiri pula oleh 98 Walikota yang akan dicanangkan untuk membuat Kota menjadi Kota Cerdas, asrtinya Kota yang ditopang oleh perekonomian yang baik dengan memaksimalkan sumber daya atau potensi kota termasuk layanan teknologi informasi dan komunikasi, tata kelola dan peran SDM yang baik (Ndoet)