Pemkot Bekasi Dinilai Setengah Hati, Tertibkan Warem Jatisampurna

0
51
Suasana Malam Hari

BERITA BEKASI – Penertiban warung remang-remang (warem) dan cape ilegal diwilayah Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dinilai tidak membuahkan hasil. Pasalnya, pasca penyegelan cafe dan warem di lokalisasi itu, besoknya, buka kembali seperti biasa.

Anehnya ketika dilakukan operasi didapati warem dan cafe ilegal sudah banyak yang tutup dan tidak didapati satu orangpun wanita penghibur dilokasi penertiban. Hal itu disinyalir para jablay pada mengamankan diri dirumah kontrakan petakan atau kos-kosan.

Sedikitnya sekitar 90an warem dan cafe  ilegal, ketika dilakukan penertiban oleh tim gabungan dari kepolisian, koramil dan Satpol PP Kota Bekasi, beberapa hari yang lalu dinilai tidak maksimal,”kata Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempal) Kota Bekasi, Ade Muhamad Nur kepada Beritaekspres.com, Minggu (29/3/2015)

Kendati, target penertiban lanjutnya, yang dilakukan beberapa waktu lalu itu meliputi wilayah Kelurahan Jatisampurna dan Kelurahan Jatikarya. Namun, kedua wilayah itu masih dijumpai warem dan cafe ilegal yang masih buka seperti biasanya,” katanya.

Dan kedua wilayah itu, memang merupakan akses strategis berbatasan dengan Jakarta, Kota Depok dan Kabupaten Bogor, sehingga lokalisasi itu ramai dikunjungi pelanggan.

Masih kata Ade, keseriusan dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menutup lokalisasi diwilayah Kecamatan Jatisampurna setengah hati.
“Kalau pemerintah serius, saya kira tidak ada kendala yang penting ada kesungguhan untuk melakukan tindakan menutup,” tegasnya.

Sebagaimana kita ketahui tambanhnya, sesungguhnya kemaksiatan itu adalah sesat dan menyesatkan, maka oleh sebab itu harus dihentikan dan ditutup karena meresahkan dan merugikan masyarakat,” pungkasnya. (Dayat)