Kasus Penghinaan Terhadap Polisi Digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi

0
84
Suasana Sidang

BERITA BEKASI – Kasus penghinaan polisi “anjing” yang dilakukan Syamsudin Uba yang diduga simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Pekayon Jaya, Bekasi Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi, Selasa (31/3/2015) kemaren.

Sidang kali ini menghadirkan terdakwa, saksi dan pelapor. Tampak tergugat Syamsudin Uba, Aiptu Agustin sebagai pelapor dan para saksi yang menghadirkan Sigit dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Brigadir Haronituah, salah seorang anggota Polantas Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Satu persatu saksi dan pelapor disumpah terkait sebelum memberikan pernyataan dihadapan hakim. Dalam keterangannya, Aiptu Agustin membeberkan tentang kronologis terkait penghinaan yang ditujukan kepada dirinya. Ia menuturkan dengan gamblang saat bersiteru dengan Syamsudin Uba yang bermula saat dirinya bertugas di Pospol Kemang, Bekasi Selatan.

Bermula, Ia menangkap Deddy Hermanto seorang pengendara kendaraan roda dua tanpa menggunakan helm dan juga tidak memiliki kelengkapan surat-surat dalam berkendaraan. Alhasil, ditilang dan si pengendara berlalu. Setengah jam kemudian muncullah Syamsudin Uba dengan tiba-tiba masuk ke Pospol Kemang.

Hal ini terkuak dari pengakuan lantang Aiptu Agustin di depan hakim Ucu Jaya Sanjaya SH, MH dan hakim anggota Kurnia Yani Darmono & Pasti Tarigan SH. Pembela ustadz Syamsudin Uba Farhan, SH. “Tanpa basa basi dia (Syamsudin Uba, red) mendorong pintu kantor polisi dan dengan emosi luar biasa dan tanpa etika dan sopan santun, dengan kata-kata yang tidak pantas, kamu itu polisi anjing, polisi anjing dan kamu polisi korupsi,”tutur Aiptu Agustin menirukan ucapan Syamsudin Uba di depan para hakim.

Sementara saksi Sigit Dishub tampak terlihat pucat sebelum sidang, agak nervous namun ia mengaku mendengar pernyataan terdakwa mengatakan polisi anjing, sedang Brigadir Haronituah anggota Polantas Bekasi Selatan, tampak keringat bercucuran di depan majelis hakim, meski agak belepotan, dirinya juga mendengar pernyataan si terdakwa, mencaci Aiptu Agustin. Ia berada di ruangan pos Kemang bagian belakang berukuran 4 X 4 meter.

Pos Kemang memiliki 2 ruang, depan dan belakang, dengan ukuran bagian depan sekitar 4 X 3 meter2. Di belakang pos Kemang mengalir Sungai Bekasi, tidak jauh dari jembatan yang menghubungkan komplek elit Kemang Pratama.

Satu persatu dihadapan majelis hakim memberikan kesaksian yang kesemuanya memberatkan terdakwa Syamsudin Uba, terkait ucapan penghinaan di kantor polisi yang dilakukan di Pos Kemang pada 30 Agustus 2014. Di depan majelis hakim Syamsudin Uba berkilah bahwa dirinya tidak mengatakan polisi anjing. “Saya hanya bilang kamu itu perempuan cerewet,” tuturnya berkilah.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sunarto, S.Pd, SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tidak apa-apa terdakwa berusaha membantah. “Terkait terdakwa berkilah, nggak apa-apa kok. Kita berdasarkan alat bukti yang sah, termasuk pernyataan saksi-saksi. Sah-sah saja terdakwa tidak mengaku yang kita bawa adalah sebuah pembuktian. Yang jelas tidak ada masalah jika terdakwa tidak mengaku,”tukasnya menegaskan.

Sidang dijadwalkan jam 10.00 WIB akhirnya molor dari agenda sidang, dan baru digelar jam 11.30 WIB dan berakhir pada 12.45 WIB. Sidang dilanjut Selasa 31 Maret 2015 menghadirkan saksi lain Jonny. Pada Selasa (31/3) menghadirkan saksi Jonny, anggota Sabhara Polres Jakarta Timur.

Sidang digelar pukul 12.45 WIB, bertempat di Ruang Cakra PN Bekasi Jalan Pramuka No. 81 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dilanjutkan sidang lanjutan Perkara 316 KUHP dengan terdakwa Syamsudin Uba dengan Nomor Perkara 189/2015/PN Bekasi.

Selama hampir setengah jam, Jonny memberikan kesaksian di depan majelis hakim. Saat kejadian penghinaan yang dilakukan terdakwa Syamsudin Uba kepada Aiptu Agustin, Jonny mengaku bahwa dirinya sedang berada di pos Kemang sehubungan keperluan dengan personil Lantas Polsek Bekasi Selatan. “Saya melihat dan mendengar si terdakwa bilang polisi korupsi, polisi anjing, polisi anjing,”tukas Jonny di depan majelis hakim. Dan sidang yang menyeret terdakwa Syamsudin Uba, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan ini akan dilanjutkan pekan depan. (Tejo)