Tahun Depan Dimulai, Pemprov Jakarta Bangun LRT Dari Cikarang Sampai Balaraja

0
40

BERITA JAKARTA – Dalam rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2015) sore, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar arahan agar semua rencana mengenai transportasi di Jabodetabek harus dijalankan mulai tahun ini.

Rencana tersebut, menurut Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, meliputi Pertama, Light Rail Transit (LRT) yang akan dibangun oleh konsorsium dari BUMN, ada Adhi Karya, Wijaya Karya, dsb. Kedua, Mass Rapid Transport (MRT). Ketiga, Presiden juga minta pengembangan MRT itu dari timur ke barat yang akan melalui 3 provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengikuti rapat tersebut menambahkan, untuk wilayah Jakarta akan ada 7 koridor. Jika ditambah yang dari Bogor, dari Cibubur, berarti ada 8 koridor.

Presiden, lanjut Ahok, telah memerintahkan yang penting ada dulu nih barang, jangan hitung-hitung bisnis, kareba satu tahun kerugian macet sudah Rp 45 triliun, sementara biaya pembangunan LRT keseluruhan Cuma Rp 40 triliun.

“Makanya kita ingin kita yang bangun, sudah bangun dulu, nanti baru ditenderkan kepada swasta untuk mengoperasikan saja. Kalau dia mesti bangun semua infrastruktur, hitungan balik modalnya kan berat, ongkosnya berat. Ya sudah kita sediakan supaya mereka jalan sehingga angkanya bisa ketutup,” terang Ahok.

Menurut Gubernur DKI Jakarta itu, pembangunan LRT dan MRT akan membentang dari Cikarang (Bekasi, Jawa Barat) sampai ke Balaraja (Tangerang, Banten). Dengan demikian, transportasi massal itu akan melewati Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Ahok menjelaskan, dalam rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi telah mempertimbangkan kemampuan keuangan Jabar dan Banten, dimana mereka punya kepentingan lebih banyak.

“Ya sudah nanti kalau timur-barat sampai utang lagi, yang nanggung cukup pusat dan DKI Jakarta seperti yang selatan-utara. Biar cepat. Presiden sudah perintahkan, tahun ini harus sudah jalan, harus sudah mulai konstruksinya,” papar Ahok.

Mengenai masalah lahan, Ahok menyebut itu soal gampang karena pembangunan LRT dan MRT akan melewati jalur hijau, ke median jalan, sungai-sungai, median, maupun tol. “Jadi ini lebih gampang dan lebih ringan, lebih kecil,” ujarnya.

Perbedaan MRT dan LRT

Saat ditanya wartawan mengenai LRT dan MRT, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjelaskan, LRT  itu semacam feedernya,untuk sekelilingnya. Ia menjelaskan,idak mungkin bikin MRT begitu banyak karena MRT lurus, kencang. Sementara untuk belok-beloknya harus ada yang kecil, untuk jadi pengumpan, sebagaimana yang dilakukan oleh Jepang, Singapura, dan negara lain.

Ahok berani menjamin kali ini pembangunan LRT dan MRT tidak mungkin mangkrak, karena pemerintah yang membangun infrastrukturnya. Beda dengan monorail yang duitnya tidak jelas, hitungan penumpang dan tiketnya pun tidak jelas.

Sedang anggaran yang dibutuhkan, menurut Ahok, untuk membangun LRT kira-kira sekitar Rp 45 triliun. Jumlah ini diakui Ahok belum dianggarkan. Namun ia meyakini, Pemprov DKI Jakarta mampu untuk membangun LRT itu.

Adapun pembangunan konstruksi LRT diharapkan bisa dilakukan tahun depan.  “Jadi Presiden tadi minta kalau bisa tahun ini (pembangunan) konstruksi untuk koridor 7 dan Cibubur yang BUMN. Kita mau kejar,” terangnya.

Ahok menargetkan pembangunan LRT di Jakarta bisa selesai dalam 5 (lima) Tahun mendatang. Soal kemungkinan macet akibat pembangunan LRT, Ahok menyarankan warga untuk menggunakan kendaraan umum jenis bis.

“Yang penting bus rapid transit kami siap. Nanti mungkin jalur busway akan ketat dan jumlah bisnya setiap 10 menit harus ada. Jadi Presiden yakin orang akan pindah naik bis juga. Kalau macet, orang juga ga akan keluar kan. Jadi intinya kami dari dulu sudah ikhlas kalau memang macet harus dimaki-maki orang. Yang penting 5 tahun ini kita harus habis-habisan, semua moda transportasi kita mau bangun,” pungkas Ahok. (Humas Setkab/ES)