PN Jakarta Pusat, Vonis Tujuh Bulan Penjara Anggota FPI Demo Rusuh Tolak Ahok

0
76

BERITA JAKARTA – ‘Allahu Akbar’ teriak dua terdakwa yang terlibat demo anarkis, terkait penolakan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, akhirnya divonis masing-masing selama tujuh bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015) kemaren.

‘Allahu Akbar..!, Allahu Akbar..! teriak puluhan simpatisan terdakwa  Habib Shahabudin Anggawi dan Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin. Kedua pengurus From Pembela Islam (FPI) ini sempat berdoa usai Majalis Hakim yang diketuai IIm Nurochim ketika membacakan putusannya. “Kami pikir-pikir,” ucap Habib Shahabudin sebelum meninggalkan ruang sidang.

Putusan terhadap kedua terdakwa ini berlangsung hingga petang dan sempat disekor karena azan magrib. Sementara sidang terhadap belasan pendemo lainnya juga bakal diteruskan hingga malam hari. Ratusan petugas dari Polda Metro Jaya (PMJ) melakukan penjagaan secara ketat.

Sebelumnya, kedua terdakwa dituntut masing-masing selama 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sugih Carvalo dari Kejaksaa Tinggi (Kejati) DKI Jakarta ini dinyatakan terbukti  melakukan penghasutan dan perlawanan terhadap petugas serta pengerusakan sesuai Pasal 160 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 214 KHUP jo Pasal 55 KUHP.

Sesuai tuntutan Jaksa majelis menyatakan dalam demo rusuh ini  mengakibatkan sejumlah kendaraan dan fasilitas umum rusak serta sejumlah kendaraan pun ikut hancur. Peristiwa ini terjadi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta dan Balaikota DKI Jakarta pada Jumat 3 Oktober 2014,” ucap Jaksa.

Unjuk rasa ini berawal dari surat pemberitahuan dari FPI kepada Intelpam Polda Metro Jaya yang ditandatangani Habib  Shahabudin Anggawi selaku Panglima Daerah FPI untuk melakukan unjuk rasa menolak pelantikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang terpilih menjadi Presiden 2014-2019.

Atas putusan ini Jaksa Sugih menyatakan  pikir-pikir. “Saya pikr-pikir selama satu minggu, apakah mau banding atau tidak,” ucapnya. “Alhamdullih, meski hingga larut malam, sidangnya berjalan lancar, “ tambahnya sambil menyebutkan, semoga hingga akhir putusan terdakwa lainnya juga aman-man saja. (Bambang Swantoro).