Polda Metro Jaya “One Gate System” Kurangi Keberadaan Para Calo SIM

0
70

BERITA JAKARTA – Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Polda Metro Jaya (PMJ), di  Daan Mogot Raya Jakarta Barat, melakukan pembersihan terhadap calo yang biasa mangkal dan terlihat didepan bahu jalan pintu masuk. Dan Bagi para masyarakat pemohon SIM. Tidak perlu lagi berurusan dengan calo.

Pasalnya, sejumlah inovasi sudah dilakukan, terutama  untuk menghalau calo, mulai dari melakukan One Gate System, dan memisahkan antara pemohon SIM dan yang bukan. Sehingga, begitu ada calo, bisa lekas ketahuan.” Kata Kasi SIM, Komisaris I Nengah Adi Putra kepada Beritaekspres.com, Rabu (8/4/2015).

Meski terlihat ramai lanjutnya, akan tetap terlihat tertib aman serta terkendali. Apalagi,  para calo yang biasa berkumpul pun, sampai depan bahu jalan menuju Satpas, kini sudah tidak ada lagi.

Masih kata Adi Putra, untuk membedakan antara calo dan pemohon SIM, kini setiap pemohon SIM yang membawa berkas, harus  memakai tanda pengenal berupa gelang hijau. Apabila tak membawa berkas permohonan SIM maka tak boleh masuk, serta jumlah kamera CCTV juga diperbanyak, agar gerak-gerik calo terlihat dan bisa ditindak langsung,” katanya.

Untuk mempermudah para pemohon SIM lulus uji teori, bisa diperlihatkan prediksi soal-soal uji teori SIM. Sehingga, pemohon SIM bisa melihat dan mempelajarinya sebelum ikut uji teori. Bahkan, pihaknya juga memberi buku panduan untuk uji teori SIM bagi pemohon yang meminta,” terangnya.

Kami yakin sambungnya, calo sudah berkurang dengan cara ini. Sebab, sudah terlihat sejak Bulan Februari 2015 lalu, “petugas Satpas SIM menemukan praktik perjokian saat ujian Praktik SIM Motor. Ada pemohon SIM meminta bantuan ke orang lain saat uji praktik dengan imbalan sejumlah uang jasa.

Yang terpenting tambah Adi Putra, mental masyarakat. Yakni, jangan pernah mau berurusan dengan calo lagi. “Kami sudah membuat pagar  bener-benar rapat. Tapi masyarakat juga harus menghindari calo. Dan jangan lagi  berurusan dengan calo.

“Meski  disini  kami, akui belum optimal, tetapi kami tetap  berupaya untuk memperbaikinya. One gete system acces card. pelayanan satu pintu masuk bisa mewujudkan, akuntabel dan transparan.” Pungkasnya. (Bambang Swantoro)