Direktur ICJR: Pemerintah Harus Mereformasi Secara Besar-Besaran, Aparatur Lapas di Indonesia

0
81

BERITA JAKARTA – Meski sudah diperangi dengan hukuman mati, penjahat narkoba makin berani mengedarkan barang haramnya. Bahkan, tak segan-segan para mafia narkoba menyulap penjara menjadi ‘kantor’ untuk menjalankan bisnis haramnya tersebut.

Atas hal itu, pemerintah diminta tidak hanya sekedar memberikan vonis mati. Menurut Direktur Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Supriyadi, pemerintah juga harus melakukan pembenahan di Lapas.

“Jadi tindakan tegas bukan hanya kepada para pengedar saja. Harus kepada aparatur Lapas juga kalau memang terbukti terlibat,” ujar Supriyadi dalam diskusi di Bakoel Cofe, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (12/4/2015).

Supriyadi heran mengapa Lapas sekelas Nusakambangan bisa dimanfaatkan oleh para mafia narkoba untuk berbisnis barang haram itu. Menurutnya, kultur di Lapas harus dilakukan reformasi besar-besaran supaya para terpidana merasakan hukumannya di penjara.

“Sampai ada di Nusakambangan, ini kan berarti aparatur Lapasnya juga tidak benar. Harus diubah besar-besaran berarti kultur Lapas di Indonesia,” ujarnya.

Dengan adanya keterlibatan pihak Lapas dalam perdagangan narkoba di balik penjara, Supriyadi menyatakan pesimis dengan tindakan hukuman mati yang selalu digembar-gemborkan pemerintah.

“Artinya kalau ada kasus perdagangan narkoba dari balik penjara, itu sama dengan pemerintah telah memberi kesempatan kepada mereka,” ujarnya.

Terakhir diketahui, Direktorat IV Tindak Pidana Bareskrim Polri menangkap seorang narapidana LP Narkotika Cipinang karena kepemilikan ratusan lembar narkoba jenis CC4. Narapidana yang kedapatan meyimpan CC4 merupakan jaringan gembong narkoba Freddy Budiman bernama Andre Samsul Maliq. Freddy sendiri meringkuk di Nusakambangan.F2

Dalam penggeledahan di kamar Alex juga ditemukan sebuah laptop, handphone, alat timbangan kecil, buku tabungan, dan sabu seberat 0,66 gram. Semua barang bukti sudah dibawa tim Bareskrim.

Disulapnya penjara menjadi ‘kantor’ mafia narkoba oleh Andre bukan pertama kali ini. Sebelumnya Freddy juga membuat ‘kantor’ di LP Cipinang dengan komplotannya dalam rangka mengimpor 1,4 juta ekstasi. Setelah itu, Freddy malah membuat pabrik narkotika di dalam selnya.

Di LP di Nusakambangan, pernah digerebek besar-besaran skandal narkotika yang melibatkan aparat LP. Kalapas Narkotika Nusakambangan, Marwan Fadli dibekuk karena terlibat bisnis narkoba dari penjara, tetapi hanya dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.

Terpidana 20 tahun penjara WN Nigeria, Simon Ikecuku juga tetap menjalankan bisnis haramnya dari LP Cipinang. Ulah Simon mulai terendus saat kaki tangannya dibekuk BNN dan Simon pun dibekuk dengan bukti 300 gram sabu. Alhasil, Simon lalu dijatuhi human mati pada 1 April 2015. (Dtk)