Terbiasa Menggunakan Komputer, UN CBT di SMKN 2 Yogyakarta Tanpa Kendala

0
64
BERITA YOGYAKARTA – Sebanyak 686 siswa menjadi peserta ujian nasional (UN) di SMKN 2 Yogyakarta. Di sekolah yang mengandalkan teknologi informasi ini, para siswa telah terbiasa menggunakan komputer sehingga penyelenggaraan UN berbasis komputer atau computer based test (CBT) berjalan dengan lancar tanpa kendala.
 
Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Paryoto mengatakan jadwal pelaksanaan UN di sekolah yang dipimpinnya itu dibagi menjadi tiga shift setiap hari, yaitu pukul 07.30-09.3011.00-13.00, dan 14.00-16.00 WIB. Ujian nasional di SMK memang hanya satu mata pelajaran per hari, sehingga setiap shift hanya menggunakan waktu selama dua jam. Ada tujuh ruang kelas yang dijadikan sebagai ruang ujian. Setiap ruangan terdiri 33 siswa dan 33 unit komputer, ditambah 3-4 komputer cadangan jika ada komputer yang memiliki masalah teknis saat UN berlangsung. 
 
Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Paryoto mengatakan, peserta didik di SMKN 2 sudah terbiasa menggunakan komputer dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Apalagi sebelum pelaksanaan UN, para siswa sudah mengikuti simulasi atau uji coba UN berbasis komputer sesuai format dan jadwal yang telah diberikan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, yaitu pada tanggal 2, 6, dan 7 April 2015.
 
“Simulasinya persis seperti yang kita laksanakan pada (UN) hari ini,” ujar Paryoto di Gedung SMKN 2 Yogyakarta, (13/04/2015). Ia mengatakan, setiap uji coba atau simulasi yang dilakukan itu diikuti semua siswa yang menjadi peserta UN. SMKN 2 Yogyakarta juga memiliki fasilitas genset untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik secara tiba-tiba. 
 
Paryoto mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukannya selama tiga kali uji coba UN berbasis komputer, tampak siswa lebih santai dan tidak tegang dibanding penyelenggaraan UN berbasis kertas atau paper based test (PBT). 
 
“Kalau UN pake kertas kan kesannya tegang. Masuk kelas siswa dikasih liat kalau dokumen naskah masih disegel di amplop. Lalu dibuka di depan kelas. Kemudian setelah dibagikan siswa harus mengecek kelengkapan soal. Apakah ada yang kurang atau bagaimana. Itu sudah ketegangan tersendiri,” ujar Paryoto. Namun ia juga mengakui, penyelenggaraan UN CBT yang terlihat lebih santai di sekolahnya itu mungkin juga karena siswa dan guru terbiasa menggunakan komputer sehari-hari. Apalagi jurusan di SMKN 2 memang banyak yang mengandalkan teknologi informasi, seperti jurusan komputer jaringan, multimedia dan teknik survey dan pemetaan. (Desliana Maulipaksi)