Berkat Informasi Media, Akhirnya Mayat Tanpa Indentitas Diketahui Pihak Keluarga H. Kamaruddin Abdullah

0
77

BERITA ASAHAN – Penemuan mayat tanpa indentitas di dalam parit pinggir Jalan Lintas Sumatera Utara (jalinsum) Medan-Rantau Prapat atau persisnya dikawasan bukit Libanon Dusun IV Desa Sidomulyo Kecamatan Pulo Bandring atau sekitar 7 KM dari Mapolres Asahan, kamis (23/4/2015) lalu sudah diketahui bernama H.Kamaruddin Abdullah (57) warga Labuhan Deli, Lingkungan IX-B Medan, Sumatera Utara.

Indentitas korban diketahui berdasarkan laporan dari salah satu wartawan yang bertugas dan ngepos di Mapolres Asahan. Setelah rekanan tersebut mendapat kabar melalui BBM (BlackBerry Messenger) dari salah satu wartawan yang ada di daerah Labuhan Deli Medan, usai sholat jum’at wartawan yang bertugas di Mapolres Asahan tersebut langsung menghubungi Kasat Reskrim Dian Indra Prabudi untuk menyelidiki apa benar yang dikirim melalui pesan singkat BBM itu benar kelurga dari mayat tanpa indentitas yang tewas di dalam parit tersebut. IMG_20150423_164305

Setelah pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Dian indra Prabudi bersama wartawan yang sudah mengetahui indentitas keluarga korban. Kasat Reskrim Polres Asahan langsung mencoba mengkroscek, apa benar mayat tanpa indentitas tersebut merupakan warga Labuhan Deli Medan. Ketika dihubungi melalui Herman (42) warga labuhan deli lingkungan IX-A, yang diketahui sebagai adik korban. Akhirnya pihak keluarga korban membenarkan kalau mayat tanpa indentitas yang ditemukan itu, merupakan abang kandungnya yang berprofesi sebagai sopir rental yang pamitan ingin mengantar sewa ke daeah Tanjung Balai Asahan.

Setelah Herman membenarkan kalau mayat tanpa indentitas tersebut adalah abang kadung korban. Akhirnya pihak keluarga Herman beserta istri korban Zilda Malinda (52) warga Labuhan Deli Lingkungan XI-A bergegas menuju Mapolres Asahan untuk memastikan kebenaran mayat yang ditemukan tanpa indentitas itu.

Kepada Beritaekspres.com, Herman adik kandung korban mengatakan, saat itu saya lagi diluar rumah. Setelah saya mendapat informasi dari seorang teman yang berprofesi sebagai wartawan di Metro24 jam untuk melihat berita yang ada di media tersebut, setelah saya membeli media itu, benar kalau foto yang ada di koran itu merupakan abang saya, dan akhirnya saya meminta nomor telpon kepada teman saya yang bermarga lubis untuk mengirim nomor telpon wartawan  yang ada di Kisaran.DSC01971

Akhirnya saya mencoba menghubungi wartawan yang membuat berita itu. Setelah saya dapat menghubungi wartawan yang membuat berita itu langsung mengarahkan saya untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian Mapolres Asahan,” terang Herman.

Sementara, Istri korban Zilda Malinda menjelaskan, saat itu saya tidak tahu kalau suami saya mau ngantar sewa ke daerah Tanjung Balai, karena ketika itu saya lagi main volli, lalu suami saya pamitan dengan anak yang nomor dua. Setelah saya pulang main volli, anak saya baru memberi tahu kalau suami saya sedang ngantar sewa yang mau melihat keluarganya disana, ke Tanjung Balai Asahan,” kata istri korban ucap zilda.

Herman dan istri korban Zilda Malinda beserta keluarga sampai di Kisaran Jum’at (24/4/2014) kemaren sekitar pukul 16.45 WIB dan akhirnya istri korban menunjukan foto-foto korban semasa hidupnya serta menerangkan bukti-bukti lain di hadapan polisi. Setelah pihak kepolisian menerima bukti-bukti dan menerima keterangan dari pihak keluarga, akhirnya pihak kepolisian langsung membawa keluarga korban ke Rumah Sakit Umum Abdul Manan Simatupang Kisaran.DSC01973

Akhirnya setelah sampai di rumah sakit untuk melihat secara langsung mayat korban, akhirnya pihak keluarga membenarkan bahwa korban yang berada di dalam ruangan zenajah itu adalah suami dari Zilda Malinda, dan saat ini zenajah korban sudah dibawa kerumah duka di Labuhan Deli, Lingkungan IX-B Medan. (***)

Kabiro Asahan Sumut: Fran Manurung