Eks Anggota GAM Bisnis Sabu Senilai Rp1,5 Miliar Asal Malaysia Kandas Di Polres Asahan

0
80

BERITA ASAHAN – Satnarkoba Polres Asahan  dibawah pimpinan AKP. Anderson Siringoringo SH,MH telah berhasil menggagalkan pengiriman sabu-sabu sebanyak 15 paket seberat 1,5 Kg dengan nilai jual sebesar 1,5 milyar yang mana barang haram tersebut berasal dari Malaysia melalui wilayah perairan kabupaten Asahan dengan tujuan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (23/4/2015) lalu.

Terungkapnya sindikat narkotika tersebut, berawal dari penangkapan yang dilakukan personil Sat Narkoba Polres Asahan, Sumatera Utara terhadap enam orang tersangka asal Aceh di pelabuhan bagan Asahan (Panton).

Teuku Musally (50) warga Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh, pelaku berperan sebagai perencana pengiriman 15 paket sabu dari Malaysia via perairan Kabupaten Asahan (Panton), dengan tujuan Propinsi Nanggroe Aceh Darusallam ((NAD) bersama rekanya Gapi (DPO), dimana 15 paket sabu tersebut diserahkan kepada Zulhami Hasan saat di Port Kelang Malaysia, untuk dibawa ke pelabuhan Baan Asahan (Panton) mengunakan boat, setelah itu Teuku Musally terbang dari Malaysia menuju Indonesia via bandara Kuala Namu Sumatera Utara yang selanjutnya menjemput Zulhami Hasan kepelabuhan Bagan Asahan, dari Musally disita barang bukti berupa 1 unit hp Samsung serta 1 unit sepeda motor jenis Honda blade.

Setelah Teuku Musally ditangkap Satnarkoba, akhirnya Zulfahmi Hasan (26) warga Desa Cot Taufah Kecamatan Ganda Pura Kabupaten Asahan yang berperan sebagai kurir pembawa 15 paket sabu dari Teuku Musally saat diport Kelang Malaysia dengan tujuan Panton Bagan Asahan, saat diperjalanan dari port Kelang Malaysia Zulfahmi Hasan  yang dipimpin Azhar, kemudian dari zulfahmi hasan Satnarkoba berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit hp Nokia dan 1 buah tas ransel berisi 15 paket sabu yang dikemas dalam 2 plastik warna merah  ukuran sedang.
 

Dan Azhari (24) warga Desa Meunasah Pante Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara mendapat tugas dari Gapu (DPO) untuk mengawasi Zulfahmi Hasan yang membawa 15 paket sabu selama dalam perjalanan dari polt Kelang Malaysia menuju pelabuhan Panton Bagan Asahan, dari Azhari Satnarkoba Polres Asahan berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit hp Nokia dan 1 buah passport atas nama Azhari.

Mawardi bin idris (32) warga Aceh Biruen yang berperan sebagai penjemput 15 paket sabu yang dibawa oleh Zulfahmi Hasan saat tiba dipelabuhan Panton Bagan Asahan dari Mawardi bin Indris disita barang bukti berupa 1 unit hp Nokia dan 1 unit  passport atas nama Mawardi bin Idris.

Fouzi (29) warga Desa Seunubok Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur, pelaku berperan mendampingi Mawardi bin Idris untuk menjemput 15 paket sabu yang dibawaoleh Zulfahmi Hasan saat tiba dipelabuhan Panton Bagan Asahan dengan mengunakan sepeda motor miliknya, dari fouzi barang yang berhasil di sita oleh petugas, 1 unit HP Samsung dan 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja BK 5269 NAL.

Sedangkan Syarifuddin Ahmad berperan mendampingi Teuku Musally untuk menjemput 15 paket sabu yang dibawa oleh Zulfahmi Hasan saat tiba dipelabuhan Panton Bagan Asahan dengan mengunakan sepeda motor.

Kepada Beritaekspres.com, Kapolres Asahan AKBP Yulmar Tri Himawan di dampingi kasat narkoba AKP Anderson Siringoringo mengungkapkan, Syarifuddin Ahmad adalah mantan eks combatan gerakan aceh merdeka (GAM) pada tahun 2002 yang beroperasi di daerah Bireun dibawah pimpinan panglima Teuku Bahri pada tahun 2003 Syarifuddin Ahmad keluar dari anggota GAM dan senjata api jenis AK47 miliknya diserahkan kepada Teuku Bahri selaku panglima GAM, selanjutnya Syarifuddin Ahmad berangkat ke Malaysia merantau mengadu nasib, dan tangan tersangka disita barang bukti berupa 2 unit HP black berry,” tutup Anderson. (***)

Kabiro Asahan Sumut: Fran Manurung