Pembunuh Makelar Pengunjuk Rasa di MK, Dorus Labobar Divonis 9 Tahun Penjara

0
84

BERITA JAKARTA – Dorus Labobar, terdakwa kasus pembunuhan terhadap koordinator  pengunjuk rasa  di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) terkait soal pembayaran demo akhirnya divonis sembilan tahun penjara.

Putusan yang dibacakan Majelis hakim diketuai DR. Sachrul ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Domo Pranoto yakni 13 tahun penjara.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 KUHP dan pasal 2 ayat (1) UU darurat No 12/1951 tentang pembunuhan dan penguasaan senjata tajam. Atas putusan tersebut terdakwa berusia 40 tahun ini menyatakan menerima. “Saya terima putusan itu, Pak hakim,” ucapnya atas pertanyaan majelis hakim soal putusan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2015) kemarin.

Hal senada juga disampaikan kuasa hukumnya, Rotua MP Sinaga. ”Ya, karena klien saya terima, saya juga tidak melakukan upaya hukum lainnya,” ucap Rotua yang sebelumnya minta kepada majelis hakim agar kliennya diringankan hukuman karena perbuatan itu bukan sengaja  membunuh, tapi penganiayaan dan pembelaan diri.

Dalam putusannya mejelis menyatakan perbuatan ini dilakukan terdakwa di Plaza Atrium Senen, 28 Nopember 2013. Saat itu terdakwa bersama beberapa temannya menagih kekerungan uang pembayaran demo sebesar Rp1,5 juta kepada Depi Sinay, koordinator demo. Karena tidak senang, korban lalu menghampiri terdakwa dan mencaci maki serta menampar muka terdakwa. Merassa tidak senang, terdakwa pergi keluar untuk mengambil pisau. Setelah bertemu lagi dengan korban, terjadi pertengkaran hingga korban kena tusuk dan tewas setelah mendapat perawatan di RSPAD. (Bambang Swantoro)