Diduga Aliran Sesat, Warga Bekasi Jatimakmur Pondokgede Resah

0
2310
Pengajian Sunan Gunung Jati

BERITA BEKASI – Warga sekitar resah dengan adanya aktifitas pengajian yang mengatasnamakan Sunan Gunung Jati dikediaman salah satu rumah warga, Iwa Kartiwa yang beralamat di Jalan Mangga RT03/RW19 Kelurahan Jatimakmur Kecamatan Pondokgede. Pasalnya, pengajian tersebut dilakukan rutin setiap malam selama 40 hari mulai Pukul 11.00-1.00 WIB malam, terhitung sejak 3 April hingga saat ini.

Anehnya meski warga sekitar keberatan dan sudah melaporkan ke RT dan RW setempat hingga ke pihak Kelurahan sampai sekarang belum ada tindakkan dan tegoran dari pihak terkait. Karena selain dilakukan dimalam hari, suara dan bacaan yang begitu kencang disuarakan para jamaah yang rata-rata mengenakan pakaian serba putih itu dikhawatirkan merupakan aliran sesat.

“Karena apa yang mereka baca itu kita warga semua tidak ada yang mengerti, meski kalimat arab, tapi tidak seperti bacaan seperti biasanya dilakukan warga setempat, dan aktifitas mereka jelas-jelas sangat mengganggu kami disaat jam istirahat,” ujar Suhendi kepada Beritaekspres.com, warga yang rumahnya berdekatan dengan rumah Iwa Kartiwa, Senin (11/5/2015).

Hal senada juga diungkapkan, Muhamad Zulfitri mengaku heran mendengar kegiatan rutin tersebut, selain menggangu dengan suara keras, seragam yang kenakan para jamaahpun serba putih-putih dengan meragakan seperti menyembah dengan berdiri dan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi, bahkan lanjut Zulfitri, pengajian tersebut hanya diikuti orang kusus kerabat Iwa sendiri yang datang dari berbagai tempat diluar wilayah Pondokgede.

“Kalau warga setempat satupun tidak ada yang ikut, kecuali pemilik rumahnya yaitu Iwa sendiri, kakaknya saja yang dibelakang rumahnya tidak ikutan pengajian itu,” katanya.

Dirinya merasa terganggu dengan suara yang teriak-teriak dengan alasan berzikir Sunan Gunung Jati itu, bahkan dirinya sempat menyindir pemilik rumah namun tidak digubris. “Dia ngakunya hanya pengajian sunan gunung jati, tapi kenapa harus tengah malam, disaat orang tidur,” ketusnya.

Sempat dikonfirmasi, Iwa Kartiwa yang sehari-harinya serabutan itupun mengaku bahwa pengajian dirumahnya itu adalah pengajian kusus Sunan Gunung Jati. “Maaf kalau mengganggu, kami hanya adakan pengajian Sunan Gunung Jati,” terangnya.

Terpisah, Lurah Jatimakmur Kecamatan Pondokgede, Marsinah, mengaku sudah berkoordinasi dengan Bimaspol dan Babinsa setempat untuk menyelidiki aktifitas yang dimaksud. Bahkan Marsinah sudah mengintruksikan RT dan RW agar tetap mengawasi aktifitas tersebut.

“Saya sudah berkordinasi dengan petugas terkait, termasuk RT/RW setempat agar mencari tau kegiatan itu, tapi saya justru baru tahu kalau ternyata sampai sekarang tetap berjalan,” tandasnya. (Yayah)