Lagi, Polisi tembak kepala sendiri, Kompolnas: Rekrutmen Anggota Polisi Bermasalah

0
11

BERITA JAKARTA – Anggota satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jakarta Pusat Brigadir Wahyudi (29) bunuh diri dengan menembak kepala sendiri di rumah kekasihnya di Perumahan kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Aksi nekat itu diduga setelah berseteru dengan kekasihnya.

Melihat kasus itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M Nasser mengatakan, kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi. Menurut dia, dengan kejadian tersebut menunjukkan adanya kekeliruan dalam proses rekrutmen untuk menjadi anggota Kepolisian.

“Jadi penilaian saya terhadap jumlah anggota polisi yang bunuh diri, melakukan penyimpangan, kerja tidak prosedural. Itu menurut saya bukti bahwa ada proses rekrutmen yang kurang benar,” ujarnya, Sabtu (16/5/2015).

Namun, dia mengaku, belum mengetahui peristiwa tewasnya anggota kepolisian dengan menembakkan pistol ke arah kepalanya tersebut. “Saya belum tahu peristiwa itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Brigadir Wahyudi (29), anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat ditemukan tewas di Perumahan Citra 2 Blok P5/3A RT 07 RW 012, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Wahyudi diduga bunuh diri dengan menembakkan senjata api miliknya.

Jenazah Brigadir Wahyu ditemukan sekitar Pukul 23.15 WIB, Jumat (15/5). Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat bekas tembakan di kepala korban. Diduga korban tewas usai cekcok dengan sang kekasih.

Kabag humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan prestasi Brigadir Wahyudi selama ini terbilang baik. Pernah gabung di Sabhara kemudian diangkat ke Satreskrim Jakpus.

“Baik secara sifatnya, kerjanya baik, disiplin. Dulu dari Sabhara kemudian karena bagus diangkat ke Reskrim. Sudah setahunan di Reskrim. Dulu anak buah saya waktu di Sabhara tahun 2005. Dulu saya Wakasat Sabhara,” tandasnya kepada wartawan. (Mdk)