Walikota Bekasi, Gelar Konferensi Pers Hasil Temuan Penyidik Terkait Beras Plastik

0
67

BERITA BEKASI – Setelah meninjau lokasi pasar terkait kasus beras plastik yang beredar di daerah Bekasi khususnya di Pasar Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustika Jaya, Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi langsung menggelar konferensi pers di media center Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kamis (21/5/2015).

Pemerintah Kota Bekasi mengadakan konferensi pers tersebut karena telah mendapatkan hasil dari penyidik beras yang di duga beras plastic. Hadir tim penyidik dari PT. Scupindo serta Kasie Intel Polres Metro Bekasi, Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, Kepala Dinas Perekonomian, Perdagangan, dan Koperasi, Aceng Solahudin.

Hasil dari penyidikan beras plastik tersebut telah di jelaskan pada konferensi pers yang jika dikonsumsi memiliki resiko cukup tinggi yang dapat mengakibatkan dalam jangka pendeknya sakit perut karena sebagian beras tidak bisa dicerna oleh organ dalam perut dan dampak jangka panjangnya ialah penyakit Kanker. Bahkan, di Eropa sendiri sudah tidak menggunakan senyawa tersebut yang terdapat pada bahan mainan anak anak atau tempat minuman dari plastik, dari negara tersebut diancam keras untuk dilarang dicampur dalam bahan pangan.

Pemerintah Kota Bekasi memberikan sosialisasi baik dari media atau langsung kepada masyarakat untuk membedakan beras asli dengan beras plastik yang telah tercampur, di antaranya, jika masih dalam bahan mentah memang agak sulit namun antara beras asli terlihat agak gemuk dan diujungnya bisa terlihat mengikuti isi dari badan beras tersebut. Namun beras plastik diujung beras terdapat lengkungan yang tajam dan terlihat agak lebih kecil dari beras asli.

Beras asli jika direndam akan larut ke dalam air. Sementara untuk beras plastik akan mengambang dan tidak larut. Kalau secara manual untuk memilah beras, terlihat yang mengandung zat kapur lalu dihancurkan akan terlihat kapurnya, namun jika beras plastik lebih mengkilat jika dihancurkan langsung terpecah kecil-kecil

Untuk strategi agar tidak masuk ke dalam pasar lagi, Dinas Perindagkop akan melakukan evaluasi sosialiasi terhadap perbedaan asli atau palsu. Sementara, dari Kasie Intel Polres Bekasi Kota, tindak lanjut pada temuan dari jajaran Kepolisian ialah pemeriksaan terhadap korban pendisitribusian ataupun yang menjual terutama si pemilik toko tetap melaksanakan penyelidiikan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). (Ndoet)