Pemkot Bekasi dan DPRD, Mendata Identitas Para Penghuni Apartemen Center Poin

0
57

BERITA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi melakukan pendataan dan pembinaan mengenai kelengkapam indentitas diri bagi warga penghuni Apartemen Center Poin, Kelurahan Marga Jaya, Bekasi Selatan, Selasa, (26/5/2015).

Kepala Bidang Perkembangan, Proyeksi dan Peyerasian Kebijakan Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi ,Jamus Rasiri mengatakan, dari hasil pedataan tersebut, petugas Yustisi dari Pemkot Bekasi mencatat ada sebanyak 52 penghuni kedapatan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Bekasi.DSC_0009

“Hasil pembinaan terdapat 52 penghuni yang belum memiliki kartu identitas Kota Bekasi dan masih KTP daerah domisili sebelumnya. untuk itu, kedepan pihak RT dan RW sesegera mungkin mendata surat pindah dan membuatkan identitas kependudukan Kota Bekasi,” kata Jamus saat didampingi Lurah Margajaya.

Kegiatan ini, lanjut dia untuk melakukan pembinaan kepada setiap warga yang berdomisili di Kota Bekasi mengenai kewajiban mereka memiliki identitas atau KTP Kota Bekasi. Dan akurasi pencatatan data kependudukan menurutnya akan menjadi data base perencanaan pembangunan Kota Bekasi dan program selanjutnya sehingga lebih tepat sasaran.

Pemerintah Kota Bekasi kata dia akan melakukan kegiatan serupa di beberapa apartemen dan hunian lainnya dan berkoordinasi dengan aparatur di wilayah.DSC_0012

“Kedepan pembinaan akan terus dilakukan. objek tempat pembinaan merupakan wilayah yang didominasi penguni yang tidak memiliki Identitas warga Kota Bekasi. Kita akan koordinasi karena aparatur wilayah yang lebih mengetahui,” kata Jamus.

Sementara itu, Indra pengurus Apartemen menyambut positif kegiatan pembinaan kepada warga di Apartemen Center Poin. Ia menginformasikan ada dua tower yang aktif beroperasi dan tiap towernya ada 435 hunian. Dan menurutnya, sebanyak 60 persen dari penghuni tersebut warga Kota Bekasi.

“Kita kooperatif dalam kegaitan pembinaan dan pendataan warga hunian. hanya yang masalah yang barusan terjadi akibat kesalahfahaman,” kata Indra.

Sebelum pelaksanaan pendataan, koordinasi pihak apartemen center poin kurang berjalan baik sehingga akses awak media untuk meliput sempat terhambat. DSC_0016

Anggota DPRD Kota Bekasi Arianto Hendrata bersama beberapa anggota dewan lainnya sempat mendata langsung kegaitan pembinaan. Ia bersama petugas masuk di  Tower A dan menemukan salah satu penghuni berasal dari daerah Tuban dan telah 8 bulan di apartemen tersebut.

“Saya ikut mendata dan ada penghuni tinggal di apartemen asal Tuban dan 8 bulan disana. Untuk itu, pendataan ini akan terus dilakukan dan dewan akan mendorong Perda RT RW mengenai pembentukan RT RW di hunian apartemen agar lebih terkoordinasi data kependudukannya,” kata Arianto Hendrata. (MC Bekasi/Goeng