TPA Burangkeng Batasi Buang Sampah, UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani Cari Alternatif

0
76

BERITA BEKASI – Pihak pengelola Pasar Tradisional Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Bekasi menunjukkan kinerja yang patut dicontoh dalam menggelolaan pasar dan para pedagang.

Dengan dibentuknya paguyuban pedagang pasar, perubahan telah banyak dirasakan para pedagang dimana ketertiban dan kenyamanan di dalam pasar yang sebelumnya terkesan sembrawut kini sudah tertib. Namun, pihak pengelola pasar saat ini merasa kewalahan dalam menghadapi volume sampah yang di hasilkan para pedagang.

Menurut Kepala UPTD Pasar Induk Cibitung, H. Dedi Supriyadi yang didampingi Kasubbag TU UPTD, Nur Alamsyah saat berbincang dengan Beritaekspres.com, diruang kerjanya mengatakan pihaknya, selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki dan meminimalisir sampah yang selama ini menjadi kendala para pedagang dan pengunjung pasar.IMG_6257

“Masalah sampah telah menjadi prioritas kami untuk selalu harus diangkut agar tidak terjadi penumpukan. Dan sedikit banyak telah dapat kita atasi walaupun masih belum maksimal,” tutur H. Dedi pada, Senin (26/5/2015).

Dedi menuturkan, volume sampah yang dihasilkan sangat luar biasa, hampir 80 kubik dalam satu hari dan harus diangkat hingga mencapai 15 rit atau sekitar 5 kubik per-hari. Namun yang dapat diangkut hanya sekitar 10 rit atau 5 kubik per-harinya,” terangnya.

Kordinasi lanjutnya, dengan seluruh jajarannya mengupayakan agar penumpukan sampah tidak terlalu lama. Kadang untuk mengantisipasinya tidak jarang kepala UPTD selalu menginstruksikan lembur untuk pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng dengan mengerahkan 2 unit Loder dan armada yang ada.

Namun apa daya dari pihak TPA Burangkeng sendiri membatasi pembuangan sampah yang dari Pasar Induk Cibitung, dengan alasan fasilitas penampung sudah over load, sehingga mengakibatkan sekeliling sekitar pasar menjadi kumuh dan bau. Menyikapi hal tersebut, Kepala UPTD bersama para tokoh paguyuban pedagang pasar selalu berupaya mencari solusi alternatif.

Lokasi alternatif telah didapatkan didaerah Gabus Kab. Bekasi Utara. Namun masih menunggu kesepakatan bersama melalui MoU dengan pihak pengembang pemilik lokasi lahan. “Terkait permasalahan ini pihak pengelola UPTD Pasar Induk Cibitung telah berulang kali meminta bantuan ke Dinas Kebersihan Kab.Bekasi. Namun belum ter-realisasi sama sekali sampai saat ini,” tambah Kasubbag TU Nur Alamsayh.

Terkait penertiban valet para pedagang yang mengganggu akses kendaraan yang akan masuk ke lokasi pasar, akan selalu terus dilaksanakan melibatkan unsur Muspika Kecamatan, Satpol PP dan Dinas Pasar sendiri. Untuk kenyamanan semua pihak kepala UPTD pasar Cibitung, H.Dedi Supriyadi akan selalu memberikan dan menciptakan hal terbaik dalam pengelolaan,” tutupnya. (Putra)