LDII Pelopor Gerakan Wawasan Kebangsaan, FKDM Cegah Perkembangan Islam Garis Keras di Bekasi

0
92
Aswin

GENCARNYA sosialisasi wawasan kebangsaan menginspirasi generasi muda Kota Bekasi memaknai secara hakiki terhadap 4 pilar kebangsaan. Di antaranya Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Beragam seminar kerap diaplikasikan untuk meredam hal-hal yang menjurus pada aksi radikalisme dan terorisme. Seiring gerakan menolak ISIS, aksi redikalisme dan terorisme, sebuah organisasi keagamaan yang semakin fenomenal LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) yang oleh eksternal kerap dianggap inklusif, sejatinya memiliki asasi yang tidak tendensius, ramah dan interaktif. Membangun tatanan internal, tampak solid dan terintegrasi.   

Membangun sebuah wacana baru yang membangkitkan antusiasme pemuda, khususnya anggota LDII dan generasi muda umumnya untuk berkiprah. Membangun sinergi dalam keberagaman  yang mampu menghargai sebuah perbedaan. Terkait gencarnya seminar wawasan kebangsaan di kota Bekasi, Aswin selaku Sekretaris DPD LDII Kota Bekasi saat dihubungi Beritaekspres.com, pada Kamis (28/5/2015) antusias memaparkan tentang program DPD LDII di kota Bekasi yang kerap mengagendakan beragam aktivitas yang bertujuan demi kemaslahatan umat, khususnya anggota LDII. 

“Dengan ini kami melihat bahwasanya anggota LDII supaya tidak terpengaruh dengan kondsi politk saat ini, menuju kepada 4 pilar dan terciptanya rasa persatuan dan kesatuan, maka kita mengagendakan diklat wawasan kebangsaan. Hal ini bertujuan untuk menangkal isme-isme dari luar, radikalisme dan terorisme, terutama yang marak sekarang ini adalah paham ISIS yang perlu dibendung, makanya dibekali wawasan yang tinggi tentang wawasan kebangsaan,” ujarnyaL2

Sebetulnya lanjut Aswin bahwa ISIS muncul dari kekecewaaan di Irak dari sebuah rezim Saddam Husin ternyata kok tidak ada perubahan, timbullah ISIS. Dua negara di Timur Tengah antara Irak perbatasan dan Syria, maka jadilah Irak & Syria. Modusnya pengaruhi generasi muda yang seolah-olah untuk jihad, apalagi saat ini banyak generasi muda sedang galau,” imbuhnya.

Banyak yang dipengaruhi paham ISIS dan seolah-olah menghalalkan yang bukan golongannya, bahkan hartanya pun halal diambil untuk biayai gerakannya. Untuk keberadaan ISIS di Indonesia, mungkin kalau organisasi itu masih bisa terpantau, tapi pahamnya ini yang sangat berbahaya, yang harus diwaspadai.

Oleh karena itu LDII melakukan usaha cegah dini dengan membentengi dengan diklat wawasan kebangsaan yang akan coba diselenggarakan bukan hanya di Gedung Cevest Bekasi Selatan. “Kita bentengi sekarang ini, jangan sampai isu agama kita jadi pecah. Dan kita hidup berdampingan dan kita bukan negara Islam, misalnya hablumminnallah, pahamnya tergantung kapahaman masing-masing,” jelasnya.

Diakui Aswin bahwsanya ada sekitar 1000 orang menghadiri perhelatan diklat wawasan kebangsaan saat LDII menggelar seminar. “Dari seluruh kota Bekasi dari PAC, DPD,  dewan guru berfungsi memberikan kepahaman kepada anak didiknya, sehingga tidak terpengaruh paham radikalisme dan terorisme. Generasi muda kita menurun secara kualitas, oleh karena itu dengan diklat wawsan kebangsaan diharapkan kembali menigkat.”

Sementara itu, Polresta Bekasi Kota menyoroti tentang peran FKDM dalam mencegah perkembangan Islam garis keras di Kota Bekasi. Dikatakan oleh AKP Muhadi SH, dari Unit Intelkam Polresta Bekasi Kota bahwasanya yang patut diwaspadai adanya radikalisme. “Paham ISIS bahwa penegakan syariat Islam adalah harga mati yakni dengan Daulah Islamiyah bukan dengan demokrasi. Daulah Islamiyah mengatasnamakan Islam tapi tidak mencerminkan Islam,” urainya antusias.

Menelisik eksistensi ISIS dan simpatisannya, diduga jamaah masjid Muhammad Ramadhan sebelumnya diduga sempat menjadi ajang pengkaderan. Deklarasi dukungan ISIS di masjid Muhammad Ramadhan, Jaka Setia, Bekasi Selatan. “Masjid itu sudah diambilalih oleh pemerinth,”tukasnya.

Ditambahkan AKP Muhadi, SH, bahwasanya JAT dukung ISIS. “Abu Bakar Basyir, beliau sekarang ada di Lapas Nusa Kambangan, dan pernah datang ke masjid Muhammad Ramadhan untuk memberikan dukungan,”kilahnya.

Dijelaskan oleh AKP Muhadi bahwa hal-hal yang patut diwaspadai di Kota Bekasi, di antaranya hal-hal yang berhubungan dengan radikalisasi. Yang menjadi sorotan Polresta Bekasi Kota di antaranya Ustadz Farid Achmad Okbah, MA, seorang pendiri MIUMI yang berada di Jl. Kampung Sawah No. 39A, Kelurahan Jati Melati, Pondok Melati.

Ada juga yang harus diwaspadai dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh tim Intelkam Polresta Bekasi Kota.  Adanya SMP Nurul Hikmah II yang berada di Jl. Raya Kp. Sawah RT 02/03 Kelurahan Jati Melati, Pondok Melati tergabung yayasan Dakwah Ummahatul Muslimat. “Kita mewaspadai gerakan mereka dan sampai saat ini kita masih mengumpulkan data sebanyak mungkin tentang aktivitas-aktivitas mereka,” tukasnya.

Tentang bahaya ISIS, yang jelas kalau ada disekitar tempat tinggal ada ajaran yang berbeda dengan pemahaman Islam dan lain daripada yang lain, kalau memang ada masjid seperti itu segera sampaikan kepada pimpinan masing-masing atau kepada kami Polresta Bekasi Kota Unit Intelkam,”pungkasnya. (Tejo Nagasakti)