Polisi Bantah 800 Ekstasi Diproduksi Dari Lapas Kerobokan Denpasar Bali

0
9
Ilustrasi

BERITA DENPASAR BALI – Tersangka Putu AP, seorang sopir truk asal Singaraja yang ditangkap memiliki 800 butir ekstasi mengaku mendapat barang haram itu dari Lapas Kerobokan. Namun setelah ditelusuri, belum bisa dipastikan dari mana tersangka mendapatkan barang haram itu.

“Perlu kiranya diklarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya, hingga saat ini untuk sementara masih sedang kita dalami,” kata Kompol Gede Ganefo, Kasat Narkoba, Minggu (7/6/2015) di Denpasar, Bali. 

Ganefo juga meralat pernyataannya sebelumnya yang menyebut barang bukti milik AP didapat dari dalam Lapas. “Mohon diralat, dari yang sudah diberitakan sebelumnya. Saya tidak menyatakan demikian, itu tidak benar. Yang benar kita masih proses penyidikan,” pintanya.

Sebelumnya diberitakan, tertangkapnya Putu AP (40) warga Denpasar Bali dengan barang bukti 800 butir ekstasi, ternyata dipasok dari dalam Lapas Kerobokan, Denpasar.

“Dari Lapas Kerobokan diproduksinya. Semua pasokan diambil dari Lapas,” ungkap Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol Gede Ganefo, mengutip keterangan AP dari pemeriksaan awal. 

Bahkan dalam beberapa hari saja sedikitnya diakui AP sudah terjual sebanyak 106 butir. “Sudah ada yang terjual. Pengakuannya ada 106 butir seharga 400 ribu rupiah,” imbuh Ganefo. (Mdk)