Satu Tahun Tunjangan Guru Belum Dibayar, Ratusan Guru Madrasah, Datangi Kantor Kemenang Asahan

0
85

BERITA ASAHAN – Ratusan guru Madrasah yang bernaung dibawah kantor Kementrian Agama (Kemenag) datang dengan mengendarai satu buah mobil pic-up berisi perlengkapan sound system dan berjalan kaki menuju kantor Kemenag Asahan, Kamis (11/6/2015).

Ratusan guru Madrasah yang tergabung dalam Aliansi Guru Madrasah Bersatu (AGMB) Kabupaten Asahan, Sumatera Utara tersebut mendatangi kantor Kemenag Asahan beralamat di Jalan Mahoni untuk menuntut kepada Kepala Kementrian Agama Kisaran, segera mengeluarkan tunjangan profesi guru sudah setahun belum dibayarkan (Juli 2014  hingga Juni 2015).

Selain itu, para guru Madrasah tersebut juga meminta Kementrian tersebut untuk segera merealisasikan kekurangan dana bantuan operasional sekolah (BOS) sebesar 30 persen Desember 2013 hingga desember 2014. Ratusan guru Madrasah ini juga dalam orasinya meminta Kepala Kemenag Kisaran untuk memberikan penjelasan, mengambil kebijakan serta mensosialisasikan Peraturan Menteri Agama Nomor 43 Tahun 2014 tentang infassing dan penyalurannya.

P1010835Salah seorang dari koordinator aksi, Budi Suherman didampingi Supomo dalam orasinnya yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB siang hingga berakhir pada pukul 13.20 WIB, meminta kepada Kakanwil Kemetrian Agama Provinsi agar menolak dikotomi antara Madrasah dengan pendidikan nasional, serta menyampaikan kepada Menteri Agama RI, bahwa Madrasah juga berperan besar dalam mencerdaskan anak bangsa, teriak mereka.

Setelah lama menanti dan hasil kesepakatan aparat keamanan yang berjaga dilokasi unjuk rasa yang berjalan damai tersebut, akhirnya sang Kemenag Asahan H. Syafii MA keluar dari ruangannya untuk menemui ratusan guru Madrasah. Syafii dalam pidato singkatnya dihadapan ratusan guru Madrasah mengatakan, sebelumnya kepada para utusan guru Madrasah telah menemui dirinya dan dikatakan dana sertifikasi tersebut telah dimasukkan ke silva dan telah direvisi agar dana sertifikasi tersebut cepat keluar.

Namun, terhitung Januari hingga April 2015 sebagian guru telah menerima dana sertifikasi tersebut bagi yang belum agar segera melengkapi berkas berkasnya. Dan untuk sertifikasi tahun 2014 lalu terhitung bulan Juli hingga Desember akan segera dibayarkan setelah dana sertifikasi untuk tahun berjalan telah selesai dibayarkan.

Untuk dana BOS yang terjadi kekurang bayaran sebesar 30 persen Desember 2013- 2014 itu disebabkan Kementrian Agama dan Kementrian Keuangan baru terjadi sinkronisasi hingga terjadi juga perubahan nomenklatur. Selama ini, pencairan dana BOS melalui rekening BNI. Namun saat ini telah dirubah ke bank BRI dan perubahan ini menurut Kemenag memakan waktu yang cukup lama. Dan sekali ditegaskan bahwa dalam waktu dekat kekurangan tersebut akan segera cairkan.” janji Kemenag. (Fran Manurung)