Tim Gabungan BNN, Kembali Memusnahkan Ladang Gajah Seluas 3,5 Hektar di Aceh

0
60

BERITA ACEH – Tim Gabungan BNN, BNNK Gayo Lues, Koramil 03, Polres Gayo Lues, Perhutani, dan Pemda setempat kembali memusnahkan barang bukti tanaman ganja yang disita dari ladang seluas kurang lebih 3,5 hektar dan 10 karung ganja kering siap edar, yang jika dikonversikan setara dengan 300 kg, Minggu (14/6/2015) kemarin. Tim juga menemukan tempat persembunyian untuk mengemas ganja kering yang berjarak sekitar 1,5 jam dari lokasi ladang ganja.

Menurut Danramil Mayor (Inf) Harry Novana, pihaknya menerima laporan dari warga setempat tentang adanya ladang ganja di kawasan Desa Agusan, Kecamatan Blangkejeren. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyisiran area. Setelah ditelusuri tim menemukan beberapa titik ladang ganja yang jika dijumlahkan mencapai kurang lebih 40 hektar.

Menurut Ketua Tim Operasi Suwanto, pihaknya terus bekerjasama dengan pihak terkait dalam upaya pemusnahan ladang ganja. Selain itu BNN melalui Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat juga mendorong pengalihan petani ganja menjadi petani yang lebih produktif melalui program alternatif devolement yang selama ini dilaksanakan di Lamteuba, Aceh Besar.

Personel yang dilibatkan dalam operasi ini sebanyak 90 orang, berasal dari BNN, BNNK Gayo Lues, Koramil 03, Polres Blangkajeren, Perhutani, dan Pemda setempat. Selama tahun 2015 ini BNN berhasil memusnahkan lima wilayah ladang ganja. Tiga wilayah diantaranya berada di Aceh.

Pemilik ladang ganja saat ini masih dalam penyelidikan BNN, diduga para tersangka melarikan diri pada saat petugas tiba di lokasi ladang.  Sebagai informasi, ladang ganja yang ditemukan terletak jauh dari pemukiman warga. namun dekat dengan jalan setapak yang sering dilalui oleh warga sekitar saat mereka pergi ke ladang. (Thioman)