Anggota Tim Sukses Lucky Hakim Pilkada 2012: Ijazah Sarjana Lucky,  Ijazah Instans

0
19
Lucky Hakim

BERITA JAKARTA – Hebohnya ijazah sarjana palsu Lucky Hakim anggota DPR-RI Komisi VII yang beredar  pasca tertangkapnya dugaan pemerasan yang dilakukan Kader PAN Kota Bekasi baru-baru ini, menjadi tandatanya di masyarakat luas, atas kebenaran info tersebut.

Menjawab pertanyaan awak media salah seorang tim sukses Lucky Hakim yang dulu tergabung dalam  Pilkada Kota Bekasi tahun 2012 dan Caleg tahun 2014, Nendi Kurniawan alias Iwan mengungkapkan fakta jika ijazah sarjana Lucky Hakim didapat secara instans.

Menurut Iwan  ijazah sarjana manajemen yang saat ini dimiliki Lucky Hakim adalah Ijazah instans yang didapatkan dari STIE Pelita Bangsa tanpa melalui prosedur perkuliahan yang benar. “Lucky menjadi mahasiswa konversi melanjutkan kuliah dia yang belum selesai di Perbanas tinggal 4 SKS untuk skripsi,” katanya.

Selama di STIE Pelita Bangsa, kata Iwan, Lucky Hakim tidak pernah melakukan perkuliahan seperti bimbingan skripsi atau sidang skripsi. “Saya tahu persis aktivitas Lucky saat  menjadi tim suksesnya pada Caleg kemaren. Hanya dikamar kecil saja saya tidak bareng sama lucky,” tegas Iwan.

Iwan pun menantang Lucky untuk menunjukkan absensi kehadiran dia kuliah jika memang Lucky menjalani kuliah seperti pada umumnya. Jika ditanyakan tentang  judul skripsinya pun, Lucky bakal tak ingat,” ungkapnya.

Saya ingat betul lanjutnya, bulan Agustus 2014 saya hanya mengantar Lucky untuk mendaftar menjadi mahasiswa di STIE Pelita Bangsa, selanjutnya saya tak pernah melihat dia kuliah seperti bimbangan skripsi atau sidang skripsi. Karena saat itu, dia sedang sibuk – sibuknya mengurusi pencalonan dalam caleg,” papar Iwan.

Menurut Iwan selama 8 bulan sejak Lucky duduk di DPR RI baru pertama kali komunikasi by sms. Hampir saja kata Iwan, dirinya terkena jebakan Lucky yang seakan-akan saya memeras dengan meminta sejumlah uang.

Tapi saya tahu dan tak mau mengikuti arah permainan penjebakannya. Dalam balasan sms nya ke Lucky , Ia tak mau datang menemui Lucky Hakim bersama Ruslan. “Saya punya urusan sendiri, tidak ada kaitannya dengan Ruslan, saya malah minta ke Lucky untuk menyelesaikan urusannya dengan Ruslan,” ungkap Iwan.

Dalam perbincangan sms justru Lucky yang menawarkan ke Iwan kompensasi apa saja, tinggal bilang dan disebutin ke Lucky. “Saya hanya bilang ke dia,
Iwan menegaskan pemerasan itu tidak benar, bahkan Iwan menunjukan print sms antara dia, Salman dan Lucky.

Sementara itu, Istri Ruslan bernama Endang Fitriana menyayangkan sikap Lucky Hakim yang menuding suaminya melakukan pemerasan. Padahal suaminya orang yang berjasa dalam mensukseskan Lucky ketika Pilkada Kota Bekasi sampai sekarang dia menjadi anggota DPR RI.

Bahkan, sebagai tim sukses Lucky Hakim, suaminya pernah ditawarkan janji – janji politik jika dia berhasil ke Senayan. Endang menganggap apa yang diberikan Lucky ke suaminya bagian dari janji politiknya terhadap konstituennya. Endang berharap Ketua Umum PAN  untuk membantu menyelesaikan masalah ini.

“Karena ini adalah masalah internal yang harus diselesaikan secara keluarga besar partai dan tak perlu dibawa ke ranah hukum,” imbuhnya.

Sedangkan Pengacaranya, RM Purwadi menilai tuduhan pemerasan dan ancaman disertai kekerasan pasal 368 KUHP dinilai tak memenuhi unsur. Pihaknya akan melihat sejauh mana pembuktian pemerasan yang dituduhkan Lucky Hakim terhadap Ruslan dan Afrizal.

“Kalau ternyata tidak ada unsur yang dituduhkan Lucky terhadap klien saya, kedepannya kami akan melakukan tuduhan balik terhadap Lucky atas pencemaran baik klien saya,” tegas RM Purwadi.(Sf)