Perduli Warga, Bhabinsa Membuat Jamban di Kampung Poncol Jaka Setia Bekasi

0
67

BERITA BEKASI – TNI mandiri, perduli, dan profesional terpatri di dada para Bhabinsa di jajaran Koramil 701 Kranji. Pasalnya, tidak hanya perduli pengecoran jalan dalam program TMMD yang telah usai beberapa waktu silam. Namun, aksi keperdulian lain pun tak kalah pentingnya. Dedikasi tugas dalam kemiliteran tidak hanya mengangkat senjata, angkat cangkul pun sigap.

Selaras pengabdian terhadap masyarakat wujud sumbangsih tanpa pamrih. Memiliki potensi bermanfaat dan berdaya guna. Para Bhabinsa bergotong royong dan bahu membahu membuat jamban, tak jauh dari Kali Bekasi di lingkungan Kampung Poncol, RT02/RW 01 Jaka Setia, Bekasi Selatan. Tampak Serma Dalimun, Serma H. Sumardi, Serka Maryono, Pelda Gatot Subroto, Pelda Aat Sulaeman, Serma Siagian, Serda Darjo, Serma Hariyadi, Serda Mutaya. Mereka saling silang, ada yang pasang bata putih, ngecor, ngaduk jenangan, dan mencapur adukkan pasir dan semen.    

TBhabinsa Jaka Setia Serma Dalimun & Serma Sumardi dengan Bakor Pelda Giyatno mencanangkan pembuatan jamban atau toilet untuk warga yang belum ada sarana pembuangan kotoran manusia atau tinja. “Kita harus perduli pada warga di wilayah binaan kita, dan ini bentuk keperdulian dari para aparat TNI Koramil 701,” tukas Serma Dalimun pada hari, Jumat (3/7/2015).

Ditandaskan dengan lantang oleh Serma dalimun bahwasanya di setiap kelurahan nantinya ada dua jatah pembuatan jamban gratis untuk warga yang tidak mampu. “Di setiap kelurahan masing-masing ada dua jamban dari program sejuta jamban TNI Angkatan Darat. Sedang untuk Kodim  0507 Kota Bekasi ada 200 jamban,” katanya.

Lebih lanjut dipaparkan bahwasanya program TNI dengan sejuta jamban untuk masyarakat bisa dicontoh pemerintah. “Harapan ke depan semoga bisa dicontoh oleh pemerintah daerah. Ini program percontohan. Kalau para Bhabinsa saja mampu masak pemerintah daerah tidak mampu yang punya anggaran tidak terbatas. Apa gunanya tiga pilar ? ucapnya seraya balik bertanya.

Pemerintah yang punya anggaran kenapa tidak mampu. Pemda bisa mencontoh ilmu-ilmu para bhabinsa dan tentara yang baik, digunakan demi kemakmuran dan kemaslahatan masyarakat. Jangan dilihat tentara yang jelek-jelek, yang bagus-bagus programnya kenapa tidak dicontoh. Kalau lurah & camat punya program bagus, ya saya contoh,” imbuhnya antusias.

Jadi sekarang harus timbul keperdulian yang tinggi terhadap masyarakatnya. Seorang bhabinsa jabatan paling terendah se-dunia tapi pemikirannya tidak rendahan, bisa diaplikasikan untuk acuan dengan pembuatan undang-undang berani juga,” tegasnya. T3 

Dikatakan Serma Dalimun bahwa pembuatan jamban ini tidak ada dukungan pemda setempat. “Tidak ada dukungan dari pemerintah setempat. Saya beserta jajaran staf Koramil 701 dengan bhabinsa dua orang, berdiri sendiri atas dukungan Agung Sedayu Grup. Dana yang katanya diperuntukkan pembuatan jamban, tapi baru lisan belum ngucur dan masih harus menunggu. Nah, yang di Kampung Poncol ini semoga bisa menjadi sebuah percontohan. Yang penting saya ditugaskan oleh pimpinan, karena itu baik dan bermanfaat untuk masyarakat, ya kami semua anggota tentara siap dan sigap. Ini semua demi kepentingan masyarakat,” jelasnya. 

Yang kita lakukan semua ini adalah bagian keperdulian dan pangggilan jiwa. Kami semua staf Koramil 701 sangat antusias dan perduli membantu warga masyarakat yang tidak mampu dan membutuhkan uluran tangan TNI Angkatan Darat lewat tangan bhabinsa,” pungkasnya. (Tejo Nagasakti)