Dua orang Jadi Kaki Tangan BD Sabu, Pekerja Beko Dan Tukang Listrik Dicokok Polisi

0
67

BERITA ASAHAN – Stok sabu habis, dua kaki tangan seorang bandar sabu, Anto Santoso (46) warga Jalan Mesjid Simpang Anek Rasa Kelurahan Sentang Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan dan rekannya Budi (43) warga Perumnas Bukit Pembangunan Bagan Batu Kabupaten Labura sepakat untuk menjemput bahan sabu ke kediaman BD, Hendra (40) warga Medan. Sial, belum lagi sempat berangkat, kedua pelaku keburu disergap petugas kepolisian dari Satnarkoba Polres Asahan, Sumatera Utara dari dua lokasi dan waktu yang berbeda, Senin (6/7/2015) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kejadian ini bermula dari laporan warga Jalan Mesjid yang mengatakan, di daerah tempat tinggal mereka, ada seorang warga berinisial Anto Santoso sering memperjual belikan Narkotika jenis sabu. Mendapat info berharga, Satnarkoba Polres Asahan langsung membentuk tim untuk melakukan lidik ke lapangan.

Usai memastikan target ada di lokasi, petugas langsung membekuk Anto Santoso dari kediamannya, Sabtu (4/7/2015) lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Dari tangan Anto Santoso, tim yang dipimpin langsung Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Anderson Siringoringo SH, tim menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 paket sabu yang dibungkus plastik klip kecil, 1 plastik klip berisi butiran sabu berbentuk batu, 1 Timbangan Elektronik, 2 unit HP dan 3 bungkus plastik klip kosong dan uang tunai diduga hasil penjualan sabu senilai Rp700 ribu.

Usai diinterogasi dan dilakukan pengecekan di HP tersangka, petugas mendapati tersangka Anto Santoso telah janjian dengan seorang rekannya, Budi melalui pesan singkat, untuk menjemput sabu ke rumah bandar mereka, Minggu (5/7).

Sesuai janji, Budi lantas beranjak dari kampungnya untuk menemui Anto Santoso , dan menunggu Anto Santoso di lokasi yang telah disepakati keduanya, di Simpang SPMA Sentang, Kecamatan Sei Dadap Asahan.

Tak ada firasat buruk, pelaku Budi yang telah lama menanti lantas mengirim kabar kepada pelaku Anto Santoso , “Gimana Nasibku ini ? kelamaan aku nunggu bos..” ucap Budi pada Anto Santoso melalui sms.Tapi tak lama usai mengirim pesan singkat tersebut, segerombolan polisi dari SatNarkoba Polres Asahan datang dan langsung membekuk Budi, Minggu (5/7) sekira pukul 09.00 WIB, “Awalnya saat ditangkap dia (Budi) coba membantah. Tapi setelah kita hadapkan dengan Anto Santoso di kantor, tersangka Budi tak bisa berkutik,” terang KBO Satnarkoba IPDA Syamsul Adhar SH ditemui wartawan, Senin (6/7) sekira pukul 16.00 WIB diruangannya.

Anto Santoso, mantan pekerja Supir Beco ditanyai Anto Santoso berdalih terpaksa alih profesi menjadi pengedar sabu karena dorongan ekonomi,”Gimanalah bang, proyek kami sudah siap, jadi daripada aku gak ada kerjaan dan untuk menyambung hidup, terpaksa aku jual sabu. Itupun baru 2 bulan ininya,” dalih ayah 4 orang anak ini menunduk seraya mengaku mendapatkan sabu dari Hendra melalui Budi.

Sementara itu, Budi pada wartawan membantah seluruh keterangan tersangka Anto Santoso, “Aku aja gak tahu bang mau jemput sabu. Aku diajak dia ke medan, Cuma gitu aja. Karna aku gak ada kerjaan, ya aku mau. Tapi tak tahunya aku malah ditangkap polisi katanya bersepakat sama dia. Sial kali lah bang,” kilah ayah 2 anak yang kesehariannya sebagai Teknisi Instalasi listrik di kampungnya ini sembari menatap ke arah Anto Santoso.(Fran Manurung)