Momen Hari Raya Idul Fitri Dan Tradisi Mudik

0
76

KEDIRIMomen Hari Raya Idul Fitri memang selalu identik dengan tradisi mudik. Pastinya, masalah keamanan dan kenyamanan saat berkendaraan sampai ketempat tujuan menjadi prioritas pertama, karena tradisi mudik adalah sebuah keharusan bagi masyarakat Muslim di Indonesia, dimanapun dia berada meskipun menetap di luar Negeri.

Tradisi itu, menjadi salah satu momen terindah walaupun itu terjadi dari tahun ketahun sepanjang hidup. Tujuannya, hanya satu melepas rindu kepada keluarga, sanak saudara dan handai taulan, pulang ke kampung halaman.  Kangen-kangenanbersama teman sejawat dan keluarga tercinta. Bernostalgia mengingat masa lalu, kenangan masa kecil yang lucu, indah dan menyenangkan.

Tak jarang pemudik melakukan perjalanan jauh dan panjang untuk itu, hingga berjam-jam lamanya bahkan, sampai keesokan harinya. Dan yang meringankan selama dijalan sudah banyak tempat peristirahatan, Posko Lebaran dan Pos keamanan yang dapat disinggahi walau sebentar, sekedar melepas lelah dan menghilangkan kantuk. Sangat membantu para pemudik menghilangkan penat.

Untuk itu, kita patut berbangga kepada Pemerintah, Lembaga Pemerintah dan kalangan pengusaha yang berebut menyelenggarakan Pos-Pos pengamanan disepanjang jalan dan mudik gratis yang aman dan nyaman sampai ketempat tujuan, baik itu melalui jalur laut maupun darat, sehingga saat berlebaran dan bersilaturahmi semakin minim angka kecelakaan yang terjadi.

Demikian pula sebaliknya arus balik pun hendaknya menjadi prioritas pula, mereka yang kembali pulang ketempat bekerja ataupun kerumah tinggalnya mendapat fasilitas serupa bahkan kalau mungkin ada skala lebih. Supaya pemudik juga selamat sampai ketempat tujuannya.

Oleh karena itu, upaya pengamanan arus mudik dan balik hendaknya semakin lebih bagus dan lebih nyaman dan lebih minim angka kecelakaan yang terjadi. Dan Pemerintah sebagai pengelola sarana dan prasarana pendukung keamanan semakin meningkatkan perannya, mungkin menambah pos-pos pengamanan dan menambah jumlah pos-pos  tempat istirahat dengan fasilitas yang lebih baik lagi diseluruh Indonesia.

Dan libur plus cuti bersama selama 4 hari itu, kendati masih terlalu singkat tetapi telah membuka kenangan lama yang hilang selama setahun, rasanya lebih lama lagi. Namun, masih ada perjalanan panjang menanti kedepan, masih banyak hari yang harus kita lewati dan kita belum tahu apakah hari-hari itu perjalanan hidup kita lebih indah atau pahit, hanya Tuhan lah yang tahu, manusia hanya berencana dan menerima nasib pemberian Ilahi Robbi.

Namun juga sebagai umat yang beriman dan bertakwa kepadaNya, kita diwajibkan berdo’a dan berusaha mudah-mudahan Tahun depan akan menjadi lebih baik lagi.  (TJ/unt )