Ditjen Pendis, M. Nur Kholis: Siswa Didik Harus Diberi Piranti Untuk Berkembang

0
109

BERITA JAKARTA – Direktur Pendidikan Madrasah, Ditjen Pendis, M. Nur Kholis Setiawan menyatakan bahwa anak-anak didik madrasah, harus diberi wahana dan piranti untuk berkembang. 

“Sangat penting menumbuhkembangkan secara sportif dan penuh integritas kepada anak didik kita untuk memacu kepercayaan diri dan mencintai 4 segmen yang tersentuh oleh pendidikan, yakni Olah Pikir, Olah Rasa, Olah Hati dan Olah Rasa” terang Direktur saat Konferensi Pers; Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA), Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Madrasah Expo Tingkat Nasional Tahun 2015 yang akan diselenggarakan di Palembang Sumatera Selatan pada 3-7 Agustus 2015, di Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Rabu (29/7/2015).

Menurutnya, empat segmen pendidikan itulah yang mendasari Direktorat Pendidikan Madrasah menyelenggarakan KSM, AKSIOMA, LKTI, dan lainnya.  Olah piker, kata M. Nur Kholis  sangat penting untuk membentuk intelektualitas dan agar anak mencintai sains sejak dini. “Untuk itulah, KSMdiadakan,” terangnya. 

Sementara Olah Hati dan Olah Rasa, lanjut M. Nur Kholis, perlu agar anak mendapatkan kesempatan untuk berkembang sehingga kelak ketika belajar pengetahuan, mereka tidak terjebak pada dehumanisasi, tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan mampu menyeimbangkan antara hati dan rasa. Seni juga penting untuk dikembangkan, karena rasa sangat penting, bagian dari apresiasi yang indah. Begitu pula, olah raga yang berkaitan dengan kesehatan dan fisik.

“Kita berkeyakinan bahwa lomba-lomba di atas, bertujuan untuk mendiseminasikan semangat mulai dari meneliti dan riset bagi peserta didik, agar sejak dini menyukai penelitian, bahwa penelitian bukanlah hal yang rumit. Begitu juga olah raga dan lain sebagainya. Jadi, tiga hal di atas; KSM, AKSIOMA dan LKTI, menjadi sangat penting keberadaanya,” urai M. Nur Kholis.

KSM 2015 di Pelembang merupakan penyelenggaraan yang keempat. Sebelumnya, KSM telah diselenggarakan di  Bandung, Malang, dan Makassar. “Palembang sebagai salah satu kota maju dan plural di Sumatera, sangat layak, karena disamping sering menyelenggarakan berbagai event, juga bisa dengan mudah dijangkau dari berbagai kota di Indonesia,” terang M. Nur Kholis. (g-penk/mkd)