5 Tahun Duduk Dikursi Roda, Nenek Korban Menduga, Kematian Cucunya, Dampak Prilaku Kasar Dalam Keluarga

0
71
Ilustrasi

BERITA BEKASI – Nenek korban UT (65) menduga kematian cucunya, FD (12), dampak dari kekerasan orang tua yang diterimanya selama ini. Ayah kandung korban BD juga dikenal warga sekitar rumahnya di Jalan Tenggiri, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan ini, memang kerab bersikap kasar terhadap korban semasa hidupnya, Sabtu (1/8/2015).

“Dulu waktu dia lahir cucu saya itu sehat-sehat aja dan ngak punya penyakit dalam atau riwayat penyakit bawaan dari lahir sampai terakhir hidupnya, dia sudah duduk dikursi roda, karena mengalami kelumpuhan,” ujar UT nenek korban ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Jumat (31/7/2015) kemarin.

Dulu lanjutnya, BD (Ayah korban) pernah dilaporkan ke polisi karena prilaku kasarnya, namun laporan tersebut tidak sempat berlanjut. Sebab, pihak keluarga akhirnya kasian dan berharap BD bisa merubah sikapnya. “Memang dari sejak pacaran dengan anak saya BD (mantu) itu sudah terlihat memiliki sikapnya kasar, tapi yang namanya anak saya suka mau bilang apa lagi,” terangnya.

Masih kata UT Nenek korban, memang kematian cucunya, FD karena mederita sakit, tapi sakitnya inilah yang kita sekeluarga disini, termasuk para tetangga yang perduli menduga dan berpikir hal yang sama bahwa sakitnya itu, dampak dari prilaku kasar yang diterima FD selama ini sejak usia dia masih kecil. “Tulang-tulang cucu saya itu pada rapuh dan bahkan tulang bahu dan tulang pinggang belakangnya dia juga bermasalah,” ungkapnya.

Sampai sekarang tambahnya, kematian FD membuat dada saya sesak, saya selalu kebayang dengan dia, tapi kalau saya ingat-ingat apa yang dia alami selama ini, hati dan perasaan saya sangat menyesal, kenapa saya tidak mengawasi dan bersih keras untuk merawat dan menjaga dia. “Setiap ingat dia, air mata saya selalu keluar bahkan para tante dan omnya disini pun juga seperti itu,” tandasnya menutup pembicaraan, karena tidak kuat mengingat almarhum cucunya.

Diketahui, FD baru dimakankan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) didaerah Bintara Jaya dekat Perumahan Pondok Cipta Bekasi Barat pada, Kamis (30/7/2015) kemarin. FD sendiri semasa hidupnya, hanya mengeyam pendidikan dibangku kelas 2 SD di Kayuringin 17. Korban, mulai duduk dikursi roda sejak usianya beranjak 7 tahun, karena mengalami kelumpuhan secara fisik. (Indra)