Buka Muktamar, Presiden Jokowi Minta Muhammadiyah Lanjutkan Perannya di Masyarakat

0
56

BERITA YOGYAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sejak didirikan di Yogyakarta pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah telah berperan mencerdaskan umat dan menyejahterakan  masyarakat melalui usaha perserikatan.

Saat memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah, di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (3/8/2015), Presiden Jokowi menilai komitmen Muhammadiyah untuk menjadi Islam berkemajuan telah menjawab tantangan jaman, telah menjadi kekuatan transformatif menuju terbangunnya  tatanan kehidupan umat yang lebih baik.

Menurut Presiden Jokowi Muhammadiyah telah lama dikenal  sebagai organisadi Islam yang kaya gagasan, kaya dengan kreativitas. Dan kontribusi  Muhammadiyah bagi negara dan bangsa tidak hanya dikenal di kota-kota besar, tapi juga di pelosok desa.

“Bayangkan berapa  ratus ribu bahkan jutaan bayi telah lahir di rumah sakit rumah sakit PKU Muhammadiyah  atau klinik bersalin   Aisyiah di seluruh prlosok Nusantara ,” kata Presiden seraya menambahkan, lembaga pendidikan Muhammadiyah juga telah melahirkan jutaan lulusan.

Untuk itu Presiden Jokowi menyampaikan ucapan  terima kasih atas kontribusi Muhammadiyah, termasuk di bidang koperasi, baitul mal, panti asuhan  dan badan usaha  lainnya.

“Kita semua menaruh hormat pada Muhammadiyah, pada kontribusi Muhammadiyah pada bangsa dan negara ini,” ujar Jokowi.

Perjalanan Masih Panjang

Pada bagian lain sambutannya, Presiden Jokowi memuji pemilihan tema Muktamar ke-47 Muhammadiyah, “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan”, yang dinilainya sangat relevan dengan keadaan bangsa saat ini.

Tema Muktamar itu, kata Jokowi,  relevan dengan pandangan Islam Muhammadiyah yang berkemajuan, sumber daya manusia yang berkualitas, pengalaman sosial yang panjang, serta kepercayaan masyarakat yang luas.

“Tema itu mencerminkan kredo Muhammadiyah untuk menjadi umat terbaik,  menjadi kekuatan transformatif menuju kemajuan bangsa,” kata Jokowi.

Presiden mengingatkan, bahwa perjalanan bangsa masih panjang. Indonesia masih menghadapi tantangan seperi kemiskinan, ketidakadilan, korupsi serta narkoba. Di saat yang sama, Indonesia juga harus bersaing dengan kekuataan ekonomi raksasa dunia.

Karenanya, Presiden Jokowi menegaskan peran penting Muhammadiyah masih perlu untuk dilanjutkan.

Menurut Kepala Negara, Muhammadiyah mesti menjadi motor penggerak toleransi beragama di Indonesia. Muhammadiyah mesti mampu menjadi motor untuk toleran dan tenggang rasa.

Kepala Negara mengajak warga Muhammdiyah menjadikan islam yang rahmatan lil alamin, yang memberi kedamaian dan manfaat bagi alam semesta.

Karena itu, Presiden Jokowi juga mengajak Muhammadiyah melihat kebhinekaan sebagai rakmat yang harus dikelola dengan baik.

Tampak hadir dalam pembukaan Muktamar ke-47 Muhammadiyah itu antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua DPR-RI Setya Novanto, Ketua MPR-RI Zulkifli Hasan, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. (WID/RAH/ES)