Di Makassar, Presiden Jokowi Buka Muktamar ke-47 Muhammadiyah Dan Muktamar 1 Abad Aisyiyah

0
63

BERITA MAKASSAR – Presiden  Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana membuka Muktamar Muhammadiyah ke 47 dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah, di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (3/8/2015) pagi.

Muktamar yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2015 itu mengangkat tema  “Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan”.

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu Din Syamsudin dalam sambutannya mengemukakan,  tema itu merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Sementara Presiden Jokowi dalam sambutannya mengjajak Muhammadiyah untuk menghargai keberagaman.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap muktamar  akan mampu meneguhkan komitmen Muhammadiyah untuk memberikan pencerahan kepada umat dan memajukan peradaban bangsa.

Tampak hadir dalam acara pembukaan itu antara lain Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri
Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa dan  Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

39 Calon Ketua Umum

Dalam muktamar ini sebanyak 3.000 pemilik hak suara akan melakukan pemilihan atas 13 nama calon ketua umum .

Sejak Minggu ( 2/8)  Muktamar Muhammadiyah ke-47 telah memasuki proses sidang tanwir untuk memilih calon ketua umum Pengurus Pusat Muhammadiyah yang baru.

Setidaknya, ada 82 nama calon yang ketua umum PP Muhammadiyah yang diajukan untuk menggantikan Din Syamsuddin. Selanjutnya, 204 orang pemilik suara dalam sidang tanwir memilih 39 nama calon ketua umum.

Berikut hasil lengkap perolehan suara untuk ke-39 calon ketua umum PP Muhammadiyah:
1. Anwar Abbas (151 suara)
2. Abdul Mu’ti (150 suara)
3. A. Dahlan Rais (149 suara)
4. Yunahar Ilyas (149 suara)
5. M. Busyro Muqoddas (145 suara)
6. Dadang Kahmad (144 suara)
7. Muhadjir Effendy (138 suara)
8. Agung Danarto (138 suara)
9. Suyatno (137 suara)
10. Haedar Nashir (137 suara)
11. Sukriyanto AR (136 suara)
12. Syafiq A. Mughni (133 suara)
13. M. Yunan Yusuf (129 suara)
14. Zamroni (125 suara)
15. Imam Addarutqutni (124 suara)
16. Hajriyanto Y. Thohari (122 suara)
17. Marpuji Ali (122 suara)
18. M. Goodwill Zubir (120 suara)
19. Muhammad Alwi Uddin (111 suara)
20. Thohir Luth (111 suara)
21. Bambang Setiaji (111 suara)
22. Syafrudin Anhar (109 suara)
23. Ahmad Jainuri (109 suara)
24. Bahtiar Efendy (104 suara)
25. Khoiruddin Bashori (103 suara)
26. Chairil Anwar (103 suara)
27. Nadjamuddin Ramly (100 suara)
28. Syamsul Hidayat (96 suara)
29. Sudibyo Markus (96 suara)
30. Asep Purnama Bahtiar (93 suara)
31. Rizal Sukma (93 suara)
32. Muhammad Muqoddas (92 suara)
33. Ahmad Norma Permata (92 suara)
34. Munir Mulkhan (90 suara)
35. Agus Sukaca (89 suara)
36. Agus Taufiqurrohman (87 suara)
37. Untung Cahyono (85 suara)
38. Imam Robandi (83 suara)
39. Bambang Sudibyo (83 suara).

Dalam sidang itu, pemilik suara dalam tanwir akan kembali memilih 13 nama calon ketua umum.

Pemilik suara dalam sidang tanwir itu berasal dari unsur PP Muhammadiyah, pimpinan wilayah Muhammadiyah, perwakilan daerah dan organisasi otonom.  (WID/Rahmat/ES).