Satu Korban Salah Sasaran Satpol PP, Koma di RS Saint Carolus Dengan Kondisi Mengenaskan

0
105
Korban

BERITA JAKARTA – Eko Prasetyo (22) terpaksa menjalani perawatan secara intensif di RS Saint Carolus di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Hasil rontgen menyebutkan, dia mengalami pendarahan pada otak. Menurut keluarganya, Eko seperti itu setelah menjadi korban salah tangkap kemudian dipukuli oleh Satpol PP saat kerusuhan antara warga dan petugas penertiban pecah di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015) siang.

Sepupu Eko Prasetyo, Yanni, mengungkapkan, saat kerusuhan pecah di Kampung Pulo, Eko tengah melintas di lokasi kejadian karena ingin menjemput adiknya yang sekolah di SDN Balimester 1sekitar pukul 11.00 WIB. Tiba-tiba ditangkap oleh petugas Satpol PP dan langsung dipukuli hingga tak berdaya. “Mata sebelah kiri dan kanannya bengkak dihantam kayu bendera. Pelipis luka, kepala juga bocor dan, badan memar-memar. Hasil rontgen dia mengalami pendaraan otak, pembuluh darahnya pecah. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana mereka (Satpol PP) memperlakukan dia,” terang Yanni ketika dihubungi Beritaekspres.com, Kamis (20/8) malam.

IMG-20150820-WA001Dia menyangkan, setelah kondisi Eko babak belur, pihak kepolisian yang mengamankan tidak langsung membawanya ke rumah sakit, melainkan dibawa ke Polres Jakarta Timur. Keluarga baru mengetahui Eko di kantor polisi sekira pukul 13.30 WIB, setelah mendapat informasi dari warga. “Itupun tidak bisa langsung dibawa ke rumah sakit. Dia masih harus diperiksa, sampai sehabis Ashar, sekitar pukul 15.30 WIB, baru boleh keluar. Saat keluar dari kantor polisi dia langsung ambruk dan langsung dibawa ke rumah sakit,” tambah Yanni.

Menurutnya, Eko disebut menjadi korban salah tangkap karena bukan merupakan warga yang ikut dalam kerusuhan. Eko juga bukan warga yang tinggal di area yang digusur. Eko merupakan warga Gang Banten VIII RT04/RW05 Kelurahan Balimester, Kecamatan, Jatinegara, Jakarta Timur. “Gang tempat dia tinggal itu berada di depan area yang digusur. Dia bukan warga yang rumahnya digusur, dan dia juga enggak ikut dalam kerusuhan. Kalau sudah seperti ini, dia berarti menjadi korban salah tangkap dan korban tindakan yang salah,” kesalnya.(Ok/Th)