1000 Tititk Posko Pemantau, Senkom Mitra Polri Perduli Kamtibmas dan Sosial Bencana

0
175

BERITA BEKASI – Meski Hari Raya Idul Fitri 2015 telah sebulan berlalu, namun keperdulian Senkom mitra polisi masih kontinyu diimplementasikan hingga saat ini. Flash back pada momen lebaran tahun 2015 Senkom siaga dengan 1000 titik posko pemantauan. Selaku Kepala Departemen Publikasi dan Hubungan antar Lembaga, Mahar Prastowo kembali menceritakan perihal sepak terjang Senkom dalam membantu menjaga kamtibmas sekaligus mitra Polri, Rabu (26/8/2015)

Kepada Beritaekspres.com, Mahar Prastowo mengutarakan bahwa Senkom mitra Polri siaga di seribu titik posko atau titik siaga pemantauan baik mandiri atau tergabung dengan posko kepolisian/dishub dan yang lainnya. Titik posko siaga ada di 1000 titik baik di tempat (tenda posko) maupun mobile & stand by di tengah lingkungan masyarakat untuk antisipasi gangguan kamtibmas, termasuk mewaspadai bahaya kebakaran rumah yang ditinggal mudik ataupun aksi pencurian. Tim rescue juga disiagakan untuk antisipasi jika ada kecelakaan yang sifatnya massal, tapi semoga tidak ada kecelakaan berarti dan angka kecelakaan tahun ini kita harapkan turun. 

Dengan pergerakan titik siaga posko pemantauan arus mudik yang sangat banyak dan luas, Senkom dipercaya Kementerian Perhubungan menjadi operator pengendali informasi di pusat pemantauan Kemenhub, serta penempatan personil piket di NTMC Korlantas Mabes Polri.

1Senkom memiliki 3 klaster fungsi di samping membangun kesadaran hukum masyarakat melalui pembinaan terhadap anggotanya, juga kemitraan dengan kepolisian dalam cipta kondisi Kamtibmas melalui klaster Senkom mitra polri, kemudian untuk sosial kebencanaan ada klaster Senkom Rescue yang anggotanya dibina BNPB dan badan SAR, serta klaster Senkom bela negara di mana anggota Senkom menerima pembinaan akan wawasan kebangsaan & bela Negara.

Kemudian jadi kader untuk sosialiasi program-program bela negara baik di tingkat pusat melalui program Kemenhan yang MoU-nya sedang dalam proses, serta pembentukan kader-kader bela negara di masing-masing komando wilayah pertahanan/ kowilhan yang telah dimulai melalui orientasi anggota baru Senkom di 34 provinsi dan hampir 500 kabupaten/kota selama 2013-2014 lalu. Pada orientasi anggota baru itu mereka berasal dari 23 ribu titik di seluruh Indonesia, dalam rangka perekrutan anggota serta regenerasi.

Hal penting perlu digarisbawahi bahwa dalam rekrutmen anggota baru kita mengedepankan kepercayaan sehingga kita lakukan dengan sistem rekomendasi,  bahwa anggota baru tersebut direkomendasikan oleh anggota lama, kemudian diikutkan dalam tes seleksi dan pelatihan-pelatihan serta pembagian tugas sesuai bakat, minat dan kemampuan, apakah di kamtibmas, rescue, bela negara ataupun gugus tugas lain berdasar skill seperti telematika, teknologi informasi, kehumasan, agitasi dan propaganda, deteksi dini/intelijen, dan sebagainya.

Setiap anggota Senkom juga tidak diperkenankan merokok, karena banyak kasus narkoba terjadi karena berawal dari merokok, serta alasan kesehatan diri sendiri dan kesehatan orang di sekitarnya. Setiap anggota Senkom juga harus mengembangkan sikap moh limo (tidak mau melakukan lima hal) yaitu moh main (tidak judi), moh madon (tidak main perempuan), moh minum (tidak minum miras), moh madat (tidak menggunakan narkoba), moh maling (tidak mencuri / kriminil).

5Dan dalam rangka menjaga solidaritas serta kesinambungan organisasi Senkom, ada ruh organisasi yang ditanamkan kepada setiap anggota yaitu 6 sikap luhur Senkom yang memuat antara lain rukun, kompak, kerjasama dalam kebaikan, jujur, mengemban amanat, serta efektif, dan efisien. Senkom juga tegas dalam menerapkan aturan di antaranya jika ada anggota melanggar diberlakukan teguran dengan pemanggilan atau didatangi hingga pencabutan keanggotaan. Karena Senkom ada di tengah-tengah masyarakat, jika masyarakat ada yang terlibat dalam permasalahan hukum Senkom siap menjadi mediator penyelesaiannya serta pendampingan jika harus sampai ke kepolisian.

Di antara kegiatan-kegiatan Senkom selama ini yang sudah rutin dilakukan dalam 11 tahun terakhir adalah membantu Polri melakukan cipta kondisi ketika pemerintah maupun masyarakat memiliki hajat mulai dari pemilu, pemantauan dan pengamanan arus mudik, pengamanan hari-hari libur dan hari besar keagamaan, menerjunkan tim rescure ke berbagai bencana alam dan tragedi kecelakaan. Senkom seringkali bisa terdepan karena memang mengutamakan kecepatan informasi demi kecepatan penanganan, dan personil tersebar di seluruh Indonesia dengan multi profesi mulai dari petani, nelayan, pedagang, karyawan, pengajar, dokter, wartawan, pengacara, pengusaha, dan lain lain.

Dalam operasionalnya di bidang informasi Senkom menggunakan teknologi analog maupun digital atau perpaduan keduanya. Dari mulai komunikasi antar HT di  wilayah masing-masing hingga komunikasi dengan HT yang telah dimodifikasi dengan teknologi terkini sehingga bisa berkomunikasi secara nasional dan serentak seperti dilakukan setiap pagi dalam sesi lapsit kamtibmas setiap jam 6 sampai jam 8 pagi. Di samping itu juga menggunakan berbagai platform di smartphone mulai dari sms, telegram, whatsapp, line, bbm, dan sebagainya.

Mengenai jumlah anggota Senkom di seluruh Indonesia saat ini masih dalam rekapitulasi ulang. Namun jika kita lihat pada rekapitulasi yang ditampilkan pada video profil produksi Kementerian Kominfo pada tahun 2013 lalu, di sana disebutkan jumlah anggota Senkom mencapai 1.7 juta orang. Kemudian pada rakernas di Jakarta pada 2014 lalu ada pelantikan terhadap anggota Senkom dengan nomor KTA ke-2 juta. Sebagai organisasi yang dinamis Senkom tidak lagi hanya mengandalkan jumlahnya, meski itu tetap penting, namun lebih penting lagi adalah pemberdayaan anggota dan kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat luas. (Tejo Nagasakti/Ags)