Tidak Lolos Pilkada, Kandidat Bupati Pemalang Tempuh Jalur Hukum

0
76

BERITA SEMARANG – Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah, Teguh Purnomo mengatakan, kandidat calon Bupati Pemalang Jawa Tengah akhirnya menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan sengketa Pilkada di Kabupaten Pemalang. 

Pasalnya ia dinyatakan tidak lolos oleh KPU setempat yang disebabkan  tidak bisa menyertakan surat bukti pajak sebagai syarat pencalonannya pada pemilihan Bupati.

“Masih ada satu kandidat yang bersengketa terkait keputusan penetapan kandidat yang maju di Pilkada Pemalang,” kata Teguh usai Rapat Koordinasi dengan Mitra Kerja Dalam Pemilihan Wali Kota/Bupati, di Hotel Semesta Semarang, Rabu (26/8/2015).

Sementara itu kandidat Bupati Pemalang tersebut kini diberi waktu selama 15 hari untuk menyelesaikan sengketa pencalonan dengan lembaga penyelenggara Pemilu setempat.

“Pasangan calon yang menempuh jalur hukum tersebut menggugat KPU Pemalang karena didiskuallifikasi dari pencalonan Bupati,” tandas Teguh.

Menurut Teguh, yang bersangkutan juga beranggapan bahwa putusan KPU tersebut sudah kadarluwarsa.

Kini KPU Kabupaten Pemalang hanya meloloskan dua pasangan calon untuk Pilkada mendatang. Mereka adalah Mukhamad Arifin-Romi Indarto (Gerindra dan PKB) dan Junaedi-Martono (PDIP). 

“Unyuk pasangan Mukti Agung Wibowo-Afifudin yang diusung PKS, PAN dan Hanura dinyatakan gugur,” selanya.

Komisioner Bawaslu RI, Daniel Zahroni menyampaikan bahwa sejauh ini terdapat satu kandidat kepala daerah yang menempuh jalur hukum karena gagal mencalonkan diri di Pilkada.

Menurut Daniel, kerawanan penyelenggaraan Pemilu lainnya adalah soal tata cara berpolitik dan lika-liku aturan hukum mengenai pencalonan kepala daerah. 

“Panwas harus mensosialisasikan aturan kampanye dan memastikan persiapan kampanye secara terbuka dengan semua kandidat kepala daerah,” jelasnya.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut dihadiri oleh 55 perwakilan kandidat dan parpol pengusung kepala daerah yang maju dalam Pilkada serentak di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah. 

Daniel juga mengingatkan kepada kandidat bupati/wali kota yang ikut Pilkada serentak supaya jangan menyalahi aturan berkampanye yang sudah ditetapkan oleh KPU. (Nining)

Biro Jawa Tengah