Perajin Tempe Tahu Resah Rupiah Anjlog Harga Kedelai di Pasar Pekalongan Terus Naik

0
15

BERITA PEKALONGAN – Anjlognya nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika yang saat sudah menembus Rp14000, berdampak langsung terhadap ratusan perajin tahu dan tempe di Kelurahan Duwet, Kecamatan Pekalongan, Kota Pekalongan Jawa Tengah. Pasalnya komuditi kedelai ini masih didatangkan dari luar Negeri.

Para perajin juga khawatir untuk memperkecil ukuran tempe atau tahu, dan menaikan harga jualnya karena takut ditinggal para pelanggannya.

Seperti yang pantauan Beritaekspres.com pada kamis (27/8/2015) tadi pagi, harga kedelai sudah melonjak dipasaran. Sebelumnya harga kedelai hanya dijual Rp6.500 namun saat ini naik menjadi Rp 7.250 per kilo gramnya. Naiknya bahan baku pembuatan tempe tahu ini terus melonjak sejak dua minggu terakhir ini.

Perajin tahu2“Setiap hari harga kedelai dipasar terus saja naik, kenaikannya berkisar Rp 100 – 200 per kilogramnya. Saat ini perajin tahu tempe kelimpungan. Memang banyak yang menyarankan agar ukuran diperkecil, namun hal tersebut justru membuat saya khawatir, jika diperkecil dan dinaikan harganya para pelanggan akan kabur,” kata Muslim arfandi, salah seorang perajin tempe di Pekalongan.

Hal yang sama juga diungkapkan Nahrawi salah seoarnga perajin tempe tahu di Desa Duwet. Menurutnya di kawasan Kelurahan Duwet setidaknya ada seratusan perajin tempe tahu yang saat ini mulai resah akan kian melambungnya harga kedelai. Rata-rata para perajin membutuhkan kedelai berkisar antara 30 – 60 kilogram per harinya.

“Setiap hari saya beli 50 kilogram kedelai. Ada juga yang membutuhkan sampai 100 kilogram per hari. Di tingkat penjual, stok masih banyak, hanya harganya yang terus melambung. kami juga tidak bisa berbuat banyak, karena kedelai impor sehingga dipengaruhi nilai dolar,” jelasnya kepada Beritaekspres.com.

Saat ini di tingkat perajin harga tempe berukuran sekira 1 ons dijual Rp 800. Sedangkan ukuran lebih besar Rp 1.500. Di tingkat pedagang harganya naik menjadi Rp 1.000 dan Rp 2.000. (Boy)

Biro Jawa Tengah