Humas KONI, Didit Susilo: Stadion Sudah Megah, Kota Bekasi Butuh Sekolah Khusus Olahraga

0
215

BERITA BEKASI – Berbagai elemen masyarakat olahraga Kota Bekasi mendukung terealisasinya pendirian sekolah khusus olahraga. Selama ini para atlet yang rata-rata masih pelajar ditampung di SMAN 8 sebanyak 120 siswa atau 3 kelas dengan syarat yang ketat serta sertifikat prestasi olahraga yang dilegalisir KONI Kota Bekasi. “Kondisi ini membuat banyak atlet berbakat tidak tertampung di SMAN 8 karena nilai UAN-nya rendah. Akhirnya banyak atlet muda berbakat yang bersekolah di Sekolah Olahraga Ragunan milik Provinsi DKI Jakarta. Ya akhirnya atlet potensial tersebut membela DKI,” ujar Humas KONI Kota Bekasi, Didit Susilo.

Direktur BPC Kota Bekasi, Didit Susilo
Humas KONI Kota Bekasi: Didit Susilo

Menurutnya potensi APBD Kota Bekasi yang terus naik pada kisaran Rp 4 triliun, pembangunan sekolah khusus olahraga untuk jenjang SMP hingga SMA sangat memungkinkan sebagai sport centre pembibitan calon atlet dan atlet muda berbakat. Dengan akan selesainya tahap II pembangunan Stadion Patriot Purnawarman, pusat pendidikan olahraga dan menyiapkan atlet yang mempuni sudah menjadi keharusan sebagai cikal bakal munculnya atlet-atlet sarat prestasi tingkat nasional bahkan internasional. “Di SMAN 8 khusus jenjang SLTA sedangkan atlet pelajar dari SD hingga SMP masih bersekolah di sekolah asal sehingga program pelatihan tidak terkordinasi secara baik,” terangnya.

Ditambahkannya, jika ada sekolah khusus olahraga maka kurikulum pembelajaran keolahragaan bisa terpusat secara baik dan berjenjang untuk pengembangan bakat atlet. “Setidaknya sekolah khusus olahraga sebagai sarana pembinaan atlet dan penghargaan para atlet yang semua biayanya dibebankan kepada APBD,” katanya.

Kordinator Bidang Pendidikan Komisi D DPRD Kota Bekasi, H. Sanwani sangat mendukung rencana pendirian sekolah olahraga yang digagas KONI Kota Bekasi. Ditegaskannya, APBD Kota Bekasi yang terus naik sangat memungkinkan didirikannya sekolah olahraga. “Sebagai Kota Metropolis sudah selayaknya kita punya sekolah diklat atlet yang memadai. Hal itu penting untuk pembibitan atlet-atlet profesional. Masa stadionnya megah prestasi olahraganya tidak signifikan. Masalah tempat harus dekat Stadion Bekasi biar gampang mengakses ke stadion untuk tempat latihan,” pungkasnya.  (M. Alfi)