Kisah Rumah Tangga Nesih Korban Debt Collektor Dengan Suami Mantan Sopir Dewan DPRD Kota Bekasi

0
92

BERITA BEKASI – Bahtera perjalanan cinta kasih antara Nesih Fufilawati bin Nemit (38) berakhir tragis. Sebelum tragedi yang menimpanya Selasa siang (25/8) lalu ia sempat bertemu dengan Robi suaminya di kawasan Jatibening. Ia sempat menumpahkan rasa kasih sayangnya yang terakhir sebelum ajal menjemputnya. Namun suratan berkata lain, pertemuan dengan Robi suaminya adalah pertemuan terakhir selama hidupnya.

Kisah haru Nesih tampaknya bagian dari kronika kehidupan yang tidak selaras dengan biduk rumah tangga yang telah dibinanya bersama Robi. Seiring perjalanan waktu Robi yang dianggap kurang produktif oleh mertuanya dipandang dari sudut ekonomi harus meninggalkan istrinya Nesih karena mertuanya tidak suka dengan keberadaannya di kawasan Jatiasih.

“Sebetulnya Nesih selama ini masih berhubungan dengen suaminya Robi, mereka masih baik baik saja, sebelum siang kejadian itu mereka sempat bertemu di tempatnya si Robi di Jatibening,” ujar Irey besan Nemit saat berbincang ringan dengan Beritaekspres.com, Selasa siang (1/9/2015).

Ratih
Ratih

Pernikahan Nesih wanita kelahiran Bekasi, 07 Maret 1977 dengan suaminya Robi telah dikarunia dua anak yang masih kecil. Mereka sudah tidak tinggal serumah karena kehendak orang tuanya. “Sebetulnya kalau dibilang pisah ranjang nggak juga, karena mereka masih ketemu, tapi karena orang tua Nesih-lah yang sebetulnya berperan telah memisahkan hubungan dan cinta kasih mereka berdua,” ungkapnya. 

Menurutnya Robi selain kerja serabutan pernah juga menjadi sopir anggota dewan Nuryadi Darmawan. “Dulu kan Robi pernah jadi sopirnya pak Nung (sapaan akrab Nuryadi Darmawan, red), tapi sekarang sudah nggak, katanya sekarang nyopir di tempat lain,” imbuhnya. Ada kemungkinan mertuanya tidak suka karena tidak adanya penghasilan yang tetap atau ada faktor lain saya kurang tahu. Saya pikir si Robi juga baik-baik saja dan kadang juga suka mancing bareng saya,” tuturnya.

Dalam kehidupannya Nesih pernah 2 kali menikah. Pernikahan pertama kandas dan berakhir dengan perceraian, meninggalkan buah hati Laras yang hobi nyanyi. “Anaknya kan Laras sudah gede dan sudah berkeluarga juga, malah telah punya anak, ia seornag penyanyi sering nyanyi di radio Elgangga,” tambahnya.

Yona
Yona

Sementara itu Ratih dan Yona orang terdekat Nesih sangat kehilangan atas meninggalnya Nesih yang begitu cepat. Ratih pernah ditolong Nesih saat diusir dari kontrakan dan tidak punya tempat tingal. “Saya merasa kehilangan padahal Nesih-lah yang menolong saya waktu saya dulu pernah kesulitan.” kisahnya haru. Dikatakan Ratih bahwa setelah ia diusir dari kontrakan karena tidak punya tempat tinggal lagi akhirnya tinggal di rumah Nesih dan akrab dengan kedua anak Nesih.

Selaras dengan Yona bahwasanya ia melihat Nesih anak yang baik. “Nesih padahal orangnya supel dan enak, saya sangat kehilangan sekali, biasa kita bercanda dan di tempat jualan saya nasi uduk jadi ramai, warung saya kan sering mereka pada ngumpul di sini,” imbuh Yona pemilik warung yang tempatnya jadi ajang penganiayaan Nesih di Jalan Durian II RT05/RW10 No.46, Kampung Kebantenan, Kelurahan Jatiasih, Kota Bekasi. (Tejo Nagasakti)