Mengakomodasi Anspirasi Warga, PT Waskita PPTR Siap Bangun Jalan Khusus

0
54

BERITA BREBES – PT Waskita Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR), akan membuatkan jalan khusus bagi aktivitas warga disamping jalan bebas hambatan Pejagan-Pemalang yang masih dalam proses pembangunan. Langkah itu sebagai upaya mengakomodasi aspirasi warga dari sejumlah desa di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, karena jalan akses pertanian mereka tertutup dengan adanya jalan tol tersebut. Hal itu terungkap dari pertemuan antara pihak PTWaksita PPTR dengan Asisten I Sekda Pemkab Brebes, Suprapto di ruang kerjanya, Rabu (2/9).

”Dari hasil pertemuan kami dengan PPTR, dijelaskan pihak pelaksana pembangunan tol Pejagan-Pemalang ini akan membuatkan jalan khusus di samping jalan tol hingga tembus ruas jalan ke Banjaratma. Jalan ini nantinya bisa dilalui kendaraan roda empat, termasuk truk pengangkut tebu,” kata Asisten I Sekda Pemkab Brebes, Suprapto. 

Hal tersebut terkait dengan datangnya puluhan warga perwakilan dari Desa Tegalglagah, Petunjungan, Bangsri, Banjaratma, dan Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes ke gedung DPRD setempat, pada Selasa (1/9). Para warga datang untuk mengadukan masalah tertutupnya akses jalan pertanian akibat adanya pembangunan proyek jalan tol Pejagan-Pemalang. Akibatnya warga kesulitan untuk menuju areal pertanian mereka. Meski sudah dibangun jembatan penyeberangan orang, namun warga meminta akses jalan yang dibangun harus di bawah jalan tol, bukan di atasnya. 

Suprapto menambahkan, akses jalan pertanian yang dimaksud warga itu sebenarnya berupa jalan bekas rel KA pengangkut tebu ke Pabrik Gula (PG) Banjaratma. Jalan itu merupakan aset dari PG Banjaratma. Sebelumnya, antara PG Banjaratma dengan pihak pelaksana pembangunan tol sudah ada kesepakatan untuk pembuatan jalan di samping ruas tol tersebut sehingga truk pengangkut tebu bisa melintas. Jalan itu yang nantinya juga bisa digunakan untuk aktivitas warga, termasuk dalam mengangkut hasil pertanian. ”Jalan ini panjangnya sekitar 670 meter tembus ke akses jalan utama Banjaratma,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, namun bagi warga yang berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor untuk ke areal pertaniannya, pihak tol membangunkan satu jembatan penyeberangan orang di akses tersebut. Posisi jembatan penyeberangan itu landai sehingga mudah dilalui warga. 

”Jadi nantinya ada dua alternatif akses warga yang disiapkan pihak tol. Jalan untuk kendaraan roda empat dan jalan bagi pejalan kaki serta sepeda motor. Keputusan ini sudah menjadi kesepakatan antara PG Banjaratma dan pihak tol karena menyangkut aset PG Banjaratma dalam rangka memperlancar angkutan tebu,” ungkapnya. 

Sementara Humas Seksi I PT Waskita PPTR, Dedy Sunarto mengatakan, sebenarnya warga sudah dijelaskan terkait rencana pembangunan jalan khusus tersebut. Sebab, apabila jalan dibangun di akses pertanian warga itu menyangkut aset PG Banjaratma. ”Kami nantinya memang sudah berencana akan membuatkan jalan bagi akses kendaraan roda empat di samping jalan tol, termasuk penataan irigasi di wilayah tersebut,” ucapnya. (Boy)

Biro Jawa Tengah