Tanpa Mu Apa Jadinya Aku, Basrizal, SH: Pemerintah Harus Perhatikan Nasib Guru!

0
96
Basrizal, SH

“Guruku, tanpamu apa jadinya aku…” sebait kalimat dalam sebuah lagu anak-anak tentang guru yang sangat penting dan besar perannya dalam mendidik dan membangun anak bangsa yang dikemudian hari melanjutkan estafet kepemimpinan dimanapun didunia ini.

Persatuan guru Republik Indonesia (PGRI) memastikan akan turun ke Jalan pada tanggal 15 dan 16 September 2015, Agendanya masih masih seputar  terus memperjuangkan nasib guru di seluruh penjuru Indonesia.

Direktur LBH PUTIH Indonesia, Basrizal, S.H menyatakan dukungan penuh kepada PGRI bersama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) untuk menyuarakan aspirasi para guru yang sebagian besar masih bernasib memprihatinkan. Bagaimana mungkin guru diharapkan mencerdaskan kehidupan bangsa sementara untuk memenuhi kebutuhan pokoknya saja guru harus berhutang ke warung dan gaji atau honor hanya untuk disetor ke warung yang di hutangi setiap bulannya,” ujar Basrizal.

Kita sering dengar cerita, dulu Malaysia kekurangan guru hingga mendatangkan guru dari Indonesia, tapi apa faktanya sekarang? Malaysia tumbuh lebih baik dari pada Indonesia dan tidak lagi membutuhkan guru dari Indonesia, bahkan untuk Pendidikan Tinggi di Malaysia bisa lebih murah biayanya dengan kwalitas yang lebih baik dengan tetap memperhatikan kesejahterakan guru-gurunya.

Justru dengan kesejahteraan guru-guru Malaysia menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik dari pada di Indonesia. Ini Bukan sekedar membandingkan tetapi kita harus menjadikan itu sebagai barometer untuk dapat memberikan perhatian yang lebih baik kepada nasib para guru jika ingin mengasilkan SDM yang baik di negeri ini.

Beberapa kali saya didatangi dan dicurhati guru, Ada yang proses menjadi PNS-nya di persulit, ada yang honornya sudah 2 tahun tak dibayar dll, bagaimana ini pemerintah? Mengharapkan kemajuan tetapi mengabaikan nasib guru, Tanya Basrizal

Saya berharap pemerintah dapat memenuhi aspirasi para guru, sekaligus memberikan fasilitas peningkatan kompentensi para guru demi kemajuan bangsa dan Negara yang lebih baik.

Sebait kalimat terakhir meluncur dari wawancara dengan Direktur LBH PUTIH Indonesia, Basrizal memohon ma’af kepada seluruh guru yang masih terabaikan…..dan memohon tetaplah mengajari anak bangsa kebaikan dan budi pekerti.

Oleh: Basrizal  (Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum)