Daker Makkah, Jaetul Muchlis: Semua Akses Dibuka, Zona Patroli di Masjidil Haram Diperluas

0
72

BERITA MAKKAH – Seluruh akses di Masjidil Haram, Makkah, sudah dibuka. Seksi Perlindungan Jamaah Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pun menerapkan strategi baru untuk menyiasati jamaah tersasar di masjid terbesar di dunia itu, Sabtu (19/9/2015) 

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daker Makkah PPIH Arab Saudi Letnan Kolonel Jaetul Muchlis Basyir mengatakan Sektor Khusus akan memperluas zona patroli setiap pos penjagaan setelah seluruh akses di Masjidil Haram dibuka. “Zona patroli setiap pos diperluas seingga berarsiran antara pos satu dengan pos yang lainnya,” katanya. 

Sektor Khusus menempatkan lima pos di Masjidil Haram, yaitu Pos Marwah, Pos Zam Zam Tower, Pos Terminal Syib Amir, Pos Hajar Aswad, dan Pos King Abdullah Gate. Dengan perluasan zona patroli, petugas Pos Marwah dapat berpatroli sampai ke Masjid Abdullah dan berarsiran dengan petugas di Pos King Abdullah Gate. 

“Dengan personil yang minim maka posko yang stationer cukup dijaga oleh seorang petugas. Petugas lainnya berpatroli secara bergiliran sehingga menjangkau seluruh sisi Masjidil Haram,” jelasnya Muchlis. 

Pembukaan seluruh akses di Masjidil Haram bertepatan dengan  closing date atau lima hari menjelang prosesi wukuf di Padang Arafah. Muchlis berharap tidak banyak jamaah yang kesulitan menemukan arah ke pemondokan dengan dibukanya seluruh akses di Masjidil Haram ini. 

Muchlis menyatakan sebagian besar jamaah sudah berada di Makkah selama beberapa hari sehingga sudah memahami rute pulang ke pemondokan. Jumlah jamaah Indonesia yang beribadah di Masjidil Haram sudah berkurang menjelang prosesi wukuf. “Apalagi, bus shalawat juga sudah berhenti sementara,” terangnya. 

Jamaah haji asal Indonesia mulai masuk Kota Makkah pada 30 Agustus 2015. Hingga hari ke-18, Seksi Perlindungan Jamaah mencatat 2.226 kasus jamaah tersadar. Sebagian besar kasus tersasar terjadi di Kompleks Masjidil Haram karena jamaah bingung dengan banyaknya pintu di masjid terbesar di dunia itu. 

Muchlis menyatakan jumlah itu juga menurun dibandingkan penyelenggaraan tiga tahun terakhir. “Biasanya pada periode yang sama, jumlah jamaah tersasar mencapai enam ribu,” kata dia. 

Menurut dia, penurunan jumlah jamaah tersasar itu karena akses jamaah di Masjdil Haram masih terbatas sehingga memudahkan petugas melokalisir area pengamanan. Selain itu, pengoperasian bus shalawat juga membantu jamaah pulang ke pemondokannya. (ratna/mch/mkd)