Tanpa Ada Perlawanan 2.799 Petugas Gabungan Tertibkan Lokasi Tambang Emas Liar di Pongkor Bogor

0
46
Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto

BERITA BOGOR – Sekurangnya ada 12 tim aparat gabungan yang diterjunkan guna melakukan penertiban lokasi tambang emas liar tanpa izin (PETI) atau Gurandil di area pertambangan milik PT. Antam UBPE Pongkor. Bogor, Jawa Barat.

Aparat gabungan, bukan hanya sekedar menutup lubang-lubang tambang, tapi tim gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP ini juga menargetkan untuk membongkar sebanyak 638 bangunan liar (Bangli) yang semi permanen milik PETI.

Pembongkaran bangunan yang dijadikan tempat untuk mengelolah emas hasil curian itu dilakukan dengan dua cara. Ada yang diratakan dengan alat berat, ada pula dengan cara dibakar.

Target utama pembongkaran meliputi bangunan yang semi permanen yang berdiri di bantaran Sungai Cikaniki maupun di area perbukitan miik Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Sementara, Humas PT. Antam Arief Armanto mengatakan, penertiban ini akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi aktivitas penambang liar di bantaran sungai maupun yang berdekatan dengan lokasi perduksi PT Antam.  ” Penertiban akan dilanjutkan hingga tuntas. Targetnya cuma dua hari, ” tuturnya.

Kepada Beritaekspres.com, Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, dalam penertiban ratusan bangunan liar ini berjalan kondusif kondusif, tidak ada perlawanan baik dari warga pribumi maupun pihak Gurandil. “Enggak ada perlawanan, semua berjalan kondusif,” tegasnya.

Suyudi menjelaskan, dalam penertiban ini pihaknya menerjunkan sekitar 2.799 petugas gabungan telah mengepung kawasan pertambangan emas PT. Antam Pongkor yang berlokasi di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ribuan petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI Satpol PP, dan diikut sertakan petugas dari kehutanan dan petugas keamanan PT. Antam juga dikerahkan untuk menertibkan lubang-lubang liar yang digunakan bagi para gurundil untuk mencuri bahan emas,” terangnya.

Dalam aksi pencurian emas ini tambahnya, sudah berlangsung cukup lama sampai puluhan tahun lamanya dan pada saat mereka ada yang ditangkap, pimpinan gurandil sempat telpon sana sini. Ada pula yang menghadang anggota jika ada yang tertangkap,” tandas AKBP Suyudi sambil menegaskan bahwa, pihaknya kali ini, tidak mentolelir aksi para gurandil tersebut. (Yon)