Meski Jadi Tuan Rumah, Kota Bekasi Sendiri Krisis Tempat Pembuangan Sampah

0
55
TPA

BERITA BEKASI – Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kota Bekasi semakin lama semakin tidak tertampung.  Walau sudah memiliki dua lokasi TPA, Sumur Batu dan Bantar Gebang. Lahan khusus milik warga Bekasi ternyata hanyalah yang di Sumur Batu. Bantar Gebang sendiri adalah TPA milik DKI Jakarta yang dikelola oleh swasta.

TPA Sumur Batu yang berada di Kecamatan Bantar Gebang adalah TPA yang dikelola oleh Pemerintah Kota Bekasi dan mencakup hanya sebagian kecil dari wilayah TPA Bantar Gebang.

Dengan luas wilayah yang sedemikian kecil  10 hektar dibandingkan keseluruhan wilayah Bantar Gebang, 108 hektar), TPA Sumur Batu kini mengalami overload dan membutuhkan tambahan lahan guna menampung sampah warga Bekasi.

Menurut Abdillah, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, setiap harinya produksi sampah warga Kota Bekasi mencapai 1.528 ton, walaupun yang terangkut sampai ke TPA Sumur Batu hanyalah 600-700 ton. Kemana sisa sampah warga Bekasi yang tidak terangkut? Menurut beliau, ada 20 persen di antaranya diolah di lingkungan masyarakat seperti composting dan bank sampah.

Sisanya masih berserakan di tempat pembuagan sampah sementara di lingkungan masyarakat. Diakui dia, sampah-sampah sisa tersebut tidak bisa diangkut semuanya, karena keterbatasan armada angkut sampah serta ketersediaan lahan.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi pada tahun 2015 sudah menyiapkan dana sebesar 21 miliar rupiah untuk pembebasan lahan seluas tiga hektar sebagai perluasan TPA Sumur Batu. Proses perluasan itu sekarang sedang dalam proses pembebasan lahan.

Sementara proses perluasan belum selesai, solusi pembuangan sampah sementara yang dilakukan oleh pemerintah adalah mengaktifkan kembali zona 1, 2 dan 3. Itu pun menurut Abdillah diperkirakan hanya mampu menampung sampah sampai tiga bulan mendatang.

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta peran aktif warganya untuk ikut mengurangi produksi sampah menyusul kondisi Tempat Pembuangan Akhir sampah (TPA) yang semakin terbatas.

Perihal pengolahan sampah di sektor hulu ini, kata Syaikhu, Wakil Walikota Bekasi, Pemkot Bekasi telah mendapat investor yang siap membantu.

Investor tersebut berperan mendistribusikan alat pengolahan sampah untuk dijadikan barang yang bermanfaat bagi lingkunga, seperti pupuk, dan sejenisnya.

Menurut dia, bantuan pengolahan sampah di tingkat Kelurahan/Kecamatan ini diharapkan efektif, sehingga bisa turut mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA Sumur Batu.

Syaikhu menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan penanganan sampah jangka panjang agar krisis lahan TPA tidak terulang di masa mendatang.

Salah satu caranya berupa penyediaan lahan yang cukup luas, disertai dengan pemanfaatan teknologi  (Haekal)