3 Pilar Desa Karangpakis, Redam Emosi Warga, Amankan Pelaku Kumpul Kebo

0
98

BERITA JOMBANG – Warga Dusun Karanganom Desa Karangpakis Kecamatan Kabuh  Kabupaten Jombang bersama Babinsa Koramil 0814/07 Kabuh serta Babinkamtibmas Polsek Kabuh mengamankan pasangan kumpul kebo antara pria inisial DW (47) warga Desa Kedungjati dan janda inisial  S (41) warga Desa Karang Pakis sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut warga yang ikut mengamankan, pasangan terebut sudah sering diingatkan sebelumnya, karena sudah sering sang pria datang dan bermalam, warga sekitar sudah mengingatkan sebelum ada ikatan tidak boleh bermalam.

Kamis (24/9) lalu warga melihat ada pria masuk kerumah janda S (41) beranak dua itu, selanjutnya warga menghubungi Sertu Rahman Babinsa Desa Karangpakis untuk datang dan mengamankan keduanya, saat warga memeriksa rumah janda tersebut tidak dapat menemukan apa yang dicari, Suliyono selaku kepala Dusun dan warga berkordinasi dengan Babinsa tentang bagaimana caranya agar dapat menangkap pelaku yang meresahkan warga Dusun tersebut.

“Kalau bapak-bapak memang dengan pasti melihat pria masuk kedalam rumah tersebut dan tidak mau dibilang sebagai fitnah, maka bapak-bapak bisa menunggunya sampai orang tersebut keluar entah itu kapan, dan kalau ketemu tolong jangan main hakim sendiri,“ ujar Babinsa menenangkan warga.

Perkiraan Babinsa tepat pada pukul 09.00 WIB pagi dari rumah janda “ S “ tersebut keluar seorang pria yang sudah di tunggui warga semalaman, langsung saja warga mengamankan dan dibawa ke Balai Desa Karang Pakis untuk dimintai keterangan, karena ini masalah asusila dan tidak tertangkap basah makanya oleh warga tidak di bawa ke Polsek,” tutur salah seorang warga.

Masalah tersebut akhirnya di selesaikan dengan kekeluargaan, P Waridi Kepala Desa Karang Pakis dengan di dampingi Babinsa dan Babinkamtibmas serta disaksikan warga Dusun Karanganom memutuskan bahwa saudara DW tidak boleh datang lagi kerumah “ S “ sebelum statusnya jelas, karena DW di ketahui sudah mempunyai istri dan anak, selanjutnya baik “ DW “ maupun “ S “ menanda-tangani surat perjajian bermeterai dan di setujui warga.

”Sampun mboten usah rame-rame, perkawis niki mboten usah diterus aken, negari niki ditoto hukum mboten usah tukar padu, seng penting niki pun diputusi kaleh surat perjanjian (Sudah tidak usah ribut, perkara ini tidak usah diteruskan, Negara ini punya hukum tidak usah ribut, yang penting ini sudah di putuskan dengan surat perjanjian),” ujar Kepala Desa menenangkan warga.  (Penrem)