Lereng Gunung Wilis Kembali Membara, 130 Prajurit Kodim 0809 Kediri di Terjunkan

0
77

BERITA KEDIRI – Lereng Gunung Wilis yang berada di wilayah Kabupaten Kediri kembali membara, musim kemarau yang panjang ditambah dengan kondisi angin yang bertiup kencang dijadikan alasan kuat meluasnya kebakaran hutan. Kawasan yang ditimpa kebakaran hutan terletak di Desa Parang Kecamatan Banyakan, terlihat jelas dari Kota Kediri pada malam hari.

Sebelumnya Kawasan lereng Gunung Wilis yang terletak di Desa Joho Kecamatan Semen berhasil dipadamkan oleh anggota Kodim 0809 Kediri yang mengakibatkan sekitar 32 hektar lahan produktif hangus terbakar. Jumat (25/9/2015) kemarin, kembali si jago merah mengamuk lebih besar lagi dari sebelumnya yang mengakibatkan sekitar 44 hektar lahan hangus terbakar.

Foto -3 Lereng G. Wilis membara 0809Guna mencegah dampak yang lebih besar, Kodim 0809 Kediri menurunkan 130 anggotanya di Kawasan lereng Gunung Wilis, terbagi 42 orang siaga di Desa Joho untuk antisipasi kembalinya kebakaran hutan, dan 88 orang di Desa Parang untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan. Lain Desa Joho lain pula Desa Parang, medan yang sulit ditambah curamnya tebing serta jauhnya lokasi titik kebakaran yang terletak sekitar 8 KM, menyulitkan anggota Kodim 0809 Kediri untuk mencegah perluasan areal kebakaran hutan.          

Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Purnomosidi, bersama Danramil Semen Kapten Inf Puguh Bintaro , Danramil Grogol Kapten Inf Senen , Pasi Ops Kodim 0809 Kapten Inf Nur Solikin, Pasi Ter Kapten Inf Suliyono serta Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kediri Ir.Sugeng dan Wakil Kepala Perhutani Kediri Ir. Ajun, memaksimalkan potensi SDM yang ada kendati hanya dengan perlengkapan yang terbatas.

Foto - 2 Lereng G. Wilis membara 0809Meski penyekat telah dibuat sejauh 500 meter dari kawasan yang terbakar di sisi selatan oleh masyarakat setempat, tetapi belum membuat si jago merah padam, dikarenakan loncatan kayu yang terbakar turun kearah selatan menerobos penyekat tersebut. Sedangkan dari arah utara diperkirakan api tidak akan melebar, karena terhalang sungai.       

Upaya pemadaman sulit dilakukan, dikarenakan selain lokasi yang curam, juga loncatan bara kayu yang terbakar kebawah, disamping hal tersebut beresiko pada keselamatan jiwa, sedangkan parit-parit dan hamparan kosong tanpa penghantar (benda yang mudah terbakar/kayu/ilalang/guguran daun) yang sudah dibuat sebelumnya, belum bisa menjamin dapat mencegah meluasnya kebakaran hutan, karena tiupan angin kencang.      

BKPH (Bagian Kesatuan Pemangku Hutan) Kediri menginformasikan bahwa sebab akibat kebakaran, sampai berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti. (Penrem)