Berkas Penelantaran Angeline P21, Erlinda: Tinggal Polisi Lengkapi Berkas P19 Angeline

0
107
Erlinda Iswanto, M.Pd

BERITA DENPASAR – Berkas dua tersangka pembunuhan Angeline yakni, Agus dan Margareta resmi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar oleh Polda Bali karena berkas sudah dinyatakan lengkap (P21), Senin (7/9/2015) lalu. Dua tersangka dibawa ke Kejari Denpasar sekitar pukul 10.10 WITA dengan pengawalan ketat, puluhan personil kepolisian dari Polda Bali.

Tersangka Margareta masuk ke Kejari dengan diapit dua anggota kepolisian. Perempuan berumur 60 tahun itu tidak memakai baju tahanan, tapi memakai baju warna putih biasa. Sementara tersangka Agus menggunakan baju tahanan lengkap dengan penutup kepala.

Kajari  Denpasar, Imaduel Zebua mengatakan, bahwa kasus Margareta dan Agus sudah P21. “Hari ini kasus kedua tersangka sudah P21, dari Polda Bali dilimpahkan kepada kita,” katanya pada saat pelimpahan berkas perkara yang mengakhiri hidup gadis cantik Anggeline yang baru berusia 8 tahun.

Margareith dan Angeline
Margareith dan Angeline

Menanggapi hal tersebut mantan Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, Erlinda Iswanto mengatakan ada dua pelimpahan berkas perkara P21 dan P19. Untuk P21 yang sudah diterima pihak Kejari Denpasar yang dinyatakan lengkap itu, terkait soal kasus penelantaran dan kekerasan terhadap psikis anak,” ujar Erlinda ketika ditemui Beritaekspres.com, Senin (28/9/2015).

Dan untuk berkas yang di P19 itu sambungnya, yang dikembalikan lagi ke pihak penyidik polisi untuk segera dilengkapi sesuai dengan petunjuk Jaksa itu terkait peristiwa kekerasan yang berujung pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. “Memang ini tidak mudah untuk membuktikan bahwa pelaku M terlibat melakukan serangkaian pembunuhan dalam peristiwa ini,” terangnya.

Masih kata Erlinda dalam kasus ini, dirinya sangat yakin dan percaya dengan kinerja pihak kepolisian Polda Bali dan pihak Pengadilan yang nantinya mampu mengungkap dan membuka tabir menyelesaikan peristiwa pembunuhan yang sangat keji yang menimpa seorang anak prempuan tak berdosa yang dilakukan oleh orang tua angkatnya sendiri,” jelasnya.

KPAI sendiri tambahnya, dalam kasus Angeline ini menyoroti beberapa persoalan diantaranya, persoalan adopsi dan penelantaran anak banyak para orang tua di Indonesia yang belum memahami pola asuh yang berkualitas dan tentang bagaimana mengadopsi anak, termasuk untuk memenuhi hak dan kewajiban sebagai orang tua terhadap anak, sehingga terhindar dari kasus penelantaran. “Ini perlu ada senergi antara lembaga dan pihak terkait untuk menyikapi persoalan ini,” tandas Erlinda yang kini menjabat sebagai Komisioner dan Devisi Sosialisasi KPAI Pusat.  (Thio)