Kabid Dishub Kota Bekasi: Parkir Meter Dongkrak Pendapatan Retribusi Secara Drastis

0
85

BERITA BEKASISejak1 Agustus 2015 lalu, uji coba parkir meter  diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi di tiga titik yakni Kawasan Perumahan Galaxy-Bekasi Selatan, Jalan Juanda serta kawasan Alun-alun Kota Bekasi, pendapatan retribusi dari sektor parkir ini meningkat drastic, Senin (28/9/2015)

PT Pan Satria Sakti  sebagai mitra Pemkot Bekasi  yang mengelola parkir meter mengklaim jika secara real  sejak 1 Agustus lalu, pendapatan retribusi parkir sejak diberlakukannya mencapai Rp 347.728.000,-(Tiga ratus empat puluh tujuh juta tujuh ratus dua puluh delapan  ribu rupiah) dalam satu bulan.Padahal sebelum diberlakukannya parkir meter  di tiga kawasan tersebut dalam satu bulan pendapatan retribusi parkir  on street hanya mencapai  Rp. 6.000.000,-(Enam juta rupiah).

“Dari tiga lokasi yakni Galaxy, Jalan Juanda dan Alun-alun, pendapatan parkir meter mencapai Rp 347,7 juta per bulan. Bandingkan sebelum ada penerapan uji coba parkir meter hanya Rp 6 juta per bulan di tiga titik parkir tersebut,” kata Direktur PT Pan Satria Sakti Budi Hartono, dalam konferensi persnya di Kantor Walikota Bekasi.

Hingga, 27 September 2015, pendapatan parkir meter di Kawasan Galaxy, terdongkrak menjadi Rp 226,9 juta per bulan. Padahal, sebelum diterapkan parkir meter di kawasan itu hanya mencapai Rp 3 juta per bulan. Di dua lokasi lainnya juga terjadi penambahan pendapatan retribusi parkir yang sangat signifikan.

Di Jalan Juanda, pendapatan sebelum uji coba parkir meter hanya mencapai Rp 1 juta per bulan dan setelah diterapkan parkir meter, pendapatan melonjak menjadi Rp 46,9 juta. Di kawasan Alun-alun Kota Bekasi yang biasanya pendapatan retribusi parkir hanya mencapai Rp 2 juta, kini melonjak menjadi Rp 73,8 juta per bulan.

Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Edy Setiawan mengatakan, tipe parkir selama ini yakni parkir di pinggir jalan (on street) secara perlahan akan diganti dengan menerapkan sistem parkir meter di semua lahan milik Pemerintah Kota Bekasi, berupa lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum), yang dijadikan lahan parkir.

“Penerapan parkir meter sangat terukur dan ternyata luar biasa besar pendapatannya. Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir ini dapat mencapai puluhan miliaran rupiah,” ujar Edi kepada Beritaekspres.com, Senin (28/9).

Ia pun tak menampik jika banyak kendala yang harus dihadapi dalam penerapan parkir meter tersebut, namun itu semua menjadi pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusinya agar semua pihak merasakan manfaat dari hadirnya parkir meter ini.

“Semua akan kami kaji dan pelajari dengan pendekatan secara persuasif  terhadap semua elemen masyarakat yang terkait. Terutama secara pelan –pelan kita coba merubah karakter masyarakat agar lebih  tertib, disiplin dan peduli terhadap kemajuan Kota Bekasi,” jelasnya. (SF).