Di Jakarta Timur Banyak Kasus Kejahatan Tak Terungkap Kinerja Kepolisian Dipertanyakan?

0
78

BERITA JAKARTA – Sepanjang Desember 2014 akhir, hingga tahun 2015 ini, beberapa kasus pembunuhan, perampokan, begal hingga penculikan terjadi di wilayah Jakarta Timur. Dari rentetan kejadian tersebut, banyak pula kasus yang belum terungkap sampai saat ini.

Dari banyaknya kasus yang terjadi, kinerja kepolisian dipertanyakan. Pasalnya, tingkat keamanan warga untuk mendapatkan kenyamanan belum didapatkan, dari para petugas keamanan ini. Berdasarkan data yang dimiliki wartawan, beberapa kasus yang terjadi sepanjang tahun ini dan tak juga terungkap diantaranya adalah :

Kasus pembunuhan tukang buah di Kawasan Jalan Kerja Bakti, Makasar, Jakarta Timur, pada (20/12) lalu. Kala itu, Sutrisno (20) yang tewas meregang nyawa akibat ditusuk dua orang yang datang menggunakan sepeda motor. Korban tewas mengenaskan dengan luka tusukan di leher kiri dan dada kiri.

Pada Juni 2015, kasus perampokan di Minimarket juga terjadi di wilayah Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Jambore, Cibubur, Ciracas, (8/6). Uang didalam brankas sebesar Rp50 juta, dibawa kabur empat rampok bersenjata api.

Meski aksi pelaku terekam kamera CCTV, yang kala itu menyekap dua karyawan, namun hingga saat ini polisi belum juga meringkus para perampok. Pelaku kejahatan ini masih terus berkeliaran dan mengintai minimarket-minimarket lain.

Selanjutnya, kasus penculikan anak yang dibawa kabur dari pusat berbelanjaan Pusat Grosir Cililitan (PGC). Shintya Hermawan, bocah 6 tahun, yang dilaporkan hilang diculik pada (20/7),. Beruntung, tiga hari berikutnya korban kembali ke pangkuan orangtuanya.

Meski pelaku jelas-jelas terekam kamera CCTV, namun hingga kini polisi belum juga meringkus pria yang kala itu menggunakan baju biru panjang bergaris hitam. Dari situ, bukan tidak mungkin, pelaku akan menyasar bocah-bocah lain yang lepas dari pantauan orangtua.

Kasus begal juga kerap terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Bekasi dan Depok ini. Korbannya, mulai dari remaja, pemuda, bahkan suami istri menjadi incaran para pelaku. Kurangnya patroli yang harusnya dilakukan polisi di titik-titik rawan, menjadi salah satu penyebabnya.

Salah satu kasus begal yang hingga kini tak terungkap adalah, dalam kejadian yang menimpa karyawan bang BRI di Jalan Otista Raya, Jatingera, Jakarta Timur, (11/9) kemarin. Renaldo (21), yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Korban pun mengalami luka dibagian perut akibat sabetan celurit pelaku.

Meski kedua pelaku kabur dengan menggunakan angkutan umum dan meninggalkan motor miliknya, namun hingga kini polisi belum juga melakukan tugasnya. Tak ada upaya petugas kepolisian untuk membongkar kasus begal tersebut.

Untuk kasus pembunuhan, juga menambah catatan hitam petugas kepolisian Jakarta Timur. Tepatnya di RT008/RW05 Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (4/9) lalu, seorang wanita bernama Hasani (41), tewas dibunuh dengan luka gorok dilehernya.

Hingga saat ini, pelaku pembunuhan belum juga diringkus petugas kepolisian Jakarta Timur. Meski awalnya petugas menduga pelakunya orang dekat, namun hingga kini belum terlihat titik terang untuk membongkar kasus pembunuhan tersebut.

Menanggapi semua kasus yang belum terungkap itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Tejo Yuantoro mengaku, pihaknya hingga saat ini masih terus memburu para pelaku. “Kasus-kasus yang masih menjadi pekerjaan rumah, masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Dikatakan Tejo, pengejaran dan pengungkapan kasus yang selama ini terjadi juga melibatkan tim dari masing-masing Polsek. Sehingga, Unit Reskrim dari Polres, bertujuan besar memback-up. “Selama ini kami hanya membantu setiap Polsek yang masih memiliki tugas yang belum diungkapkan,” tegasnya.  (Steve)