Turut Lestarikan Budaya Bangsa, Sesepuh Karaton Surakarta Gelar Perhelatan Pernikahan Adat

0
90

SESEPUH Karaton Surakarta Hadiningrat, KPH. Adp. Ar Prapto Kusumo SE menggelar perhelatan pernikahan putrinya, RAj. Tiwu (Pratiwi Kusumandari) dengan Marvie Faisal dalam tata cara lengkap adat budaya Jawa Tengah. Resepsi Sakral dan penuh khidmat ini di gelar di salah satu hotel berbintang di jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat yang kerap menjadi tempat digelarnya berbagai pelaksanaan acara-acara khusus adat Karatonan, Minggu (27/9/2015) lalu. 

Nuansa Karaton Surakarta terasa kental ketika prosesi pengantin yang di awali dengan parade prajurit-prajurit Karaton menuju pelaminan. Derap langkah prajurit-prajurit Prawiro Anom seirama dengan suara  tambur dan gending Corobalen yang memenuhi ruangan.

Saat para prajurit sudah menempati posisi penyambutan, rombongan panjang kedua mempelai yang dipimpin para sesepuh Karaton memasuki ruangan dengan diiringi gending Ketawang Subokastowo dan harumnya ratus dedes. Tari merak hasil gubahan salah satu sentono Karaton disuguhkan oleh sang penggubah sendiri. Kepakan sayap dan liukan ekor merak sepanjang 3 meter tampak indah dalam sorotan lampu warna warni.

Rangkaian prosesi adat diakhiri dengan penerimaan ucapan selamat dari para tamu undangan. Kedua mempelai dan orang tua berdiri diatas pelaminan yang didekorasi dengan gebyok dan Radyo Laksono yang merupakan simbol Karaton Surakarta Hadiningrat.foto bersama prajurit karaton

Saat dijumpai dilokasi, KPH. Adp. Maji Notonagoro MBA, sekjen Kusumo Buwono yang kali ini bertindak sebagai ketua panitia mengatakan kepada Beritaekspres.com, bahwa di tengah era globalisasi, adat istiadat warisan nenek moyang kita perlu dilestarikan sebagai faktor penyeimbang dan untuk mempertahankan identitas bangsa yang terkenal kaya dengan keaneka ragaman budayanya.

“Saya mendukung dan sejalan dengan amanah dari pemangku hajat yang menyampaikan bahwa pada setiap kesempatan kita harus menampilkan budaya bangsa yang adi luhung, khususnya budaya jawa,  sehingga tidak hilang tergerus oleh jaman,“ tutur KPH.Adp. Maji Notonagoro MBA.

Acara dimeriahkan dengan lantunan lagu-lagu KMAy. Inka Christie Swaraningtyas yang pagi ini tampil dengan pakaian khasnya, hijab ala lady rocker. Inka dengan suara emasnya memukau para tamu undangan. Untuk diketahui sebelumnya Inka menerima gelar kebangsawanannya di awal tahun ini karena kepeduliannya kepada budaya jawa.

Penyanyi Inka Christie punya hubungan akrab dengan Keraton Solo. Setiap kali keraton menggelar pernikahan, Inka Christie selalu hadir menghibur undangan dan keluarga keraton. Atas dasar itu, keraton Solo memberikan gelar bangsawan kepada Inka Christie. “Kanjeng Mas Ayu Inka Swaraningtyas. Kanjeng mas ayu itu pejabat keraton pegawai keraton.

pembawa ratus dedesMas ayu itu tingkatnya paling tinggi. Inka jadi terikat sama keraton. Kegiatan keraton harus disumbangsihkan sama inka misal menari di acara keraton. Swaraningtyas yang berarti suara Inka bisa menggoyahkan kalbu. Gelar ini dianggap amanat bagi inka. Selama ini dijalani Inka dengan tulus ikhlas jadi enak aja jalaninnya, “papar KPH.Adp. Maji Notonagoro MBA.

Bagi Maji sendiri gelar yang diberikan kepada Inka. Akan berlaku seumur hidup. Kecuali ada beberapa pelanggaran yang dilakukannya. “Seumur hidup kecuali melakukan pelanggaran atau apa. “pungkas Maji.

Diantara para tamu undangan terlihat para tokoh Karaton, antara lain  DR.BRA. Hj. Mooryati Soedibyo, KRAy. Krisnina Akbar Tanjung, dan beberapa selebriti antara lain dr.KMAy Reisa Kartikasari, KMAy. Nadia Mulia Prawitarukmi, KMAy. Tika Bisono Cahyaningrum. (Gunawan)