Orang Tua Siswi SMA Marsudirini Korban Pengeniayaan Kembali Sambangi Polres Cibinong Bogor

0
126

BERITA BOGOR – Orang tua Candy Karindo (16) siswi SMA Swasta Marsudirini Bogor korban pengeniayaan oleh gurunya kembali menyambangi Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Cibinong Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/9/2015).

Kedatangan orang tua korban yang didampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi untuk menanyakan perkembangan terkait laporan pengeniayaan yang dilakukan gurunya bernama Antonius terhadap anak perempuannya. “Kedatangan kita kali ini, untuk menanyakan perkembangan laporan terkait aksi kekerasan yang menimpa anak kami yang dilakukan oleh gurunya disekolah,” ujar ibu korban Vivi Suryani ketika ditemui Beritaekspres.com, Rabu (30/9) di Polres Cibinong.   

Menurutnya, sampai sekarang dirinya selaku orang tua dan keluarga lainnya, belum bisa menerima perlakuan kekerasan oleh yang bersangkutan terhadap anak perempuannya hingga bibirnya berdarah akibat luka sobek. “Orang tua mana dan keluarga mana yang bisa menerima anak atau keponakannya diperlakukan seperti ini. Dan kita pihak keluarga sendiri tidak akan berhenti untuk mengawal laporan ini, sebelum pelaku diproses secara hukum,” tegasnya.

IMG_3800Informasi yang kami dapat lanjutnya, yang bersangkutan masih tetap mengajar dan masih menunjukan sikap orogansinya dengan marah-marah ketika mengajar kepada siswa. “Sampai sekarang kami tetap mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan masih seperti biasa sikapnya setelah dilaporkan dan sanksi pun sepertinya tidak ada dari pihak sekolah kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Niat kami tambahnya, ingin menunjukan bahwa Negara kita adalah Negara hukum yang punya aturan agar kita tidak bisa berbuat semena-mena, apalagi melakukan kekerasan terhadap anak didik terlebih lagi anak perempuan. “Banyak cara untuk menghukum atau mendidik anak tidak harus dengan aksi kekerasan seperti ini. Kalo seperti ini, jelas bukan memberikan pendidikan yang baik dan kita juga bertanya kenapa Marsudirini Bogor bisa menerima guru yang sikapnya bukan lah seorang guru atau pendidik,” tandasnya.

Sementara, Komisioner Bidang Pengaduan dan Advokasi KPAI Kota Bekasi, Rury Arief Rianto mengatakan, kedatangannya bersama pihak keluarga ke Polres Cibinong ini, untuk menanyakan perkembangan laporan dari pihak keluarga korban yang memang terus berjalan proses pemeriksaannya. “Ya kita ke Unit PPA tadi dan memang proses pemeriksaannya terus berjalan, termasuk kepala sekolahnya juga sudah dilakukan pemeriksaan,” katanya.

IMG_3826Pihaknya juga berharap, kepada penyidik Polres Cibinong untuk menyelesaikan proses laporan dari keluarga korban, karena ini sebagai membelajaran juga bagi dunia pendidikan dan pihak sekolah agar bisa mengontrol para gurunya dalam memberikan pendidikan ke siswa. “Karena kalau mendidik dengan sikap kekerasan seperti ini, tentunya akan berdampak kepada psikologis yang tidak baik terhadap anak itu sendiri,” terangnya.

Masih kata Rury, apa yang kita lakukan ini merupakan bentuk pencegahan sejak dini, kalau hal-hal seperti ini dibiarkan, maka akan terus berkelanjutan dan tidak menutup kemungkinan akan lebih parah lagi dan terjadi pada sekolah lainnya. “Belakangan ini berapa banyak kasus-kasus kekerasan dilingkungan sekolah bahkan ada yang sampai menelan korban dan kedepannya kita tidak mau lagi ini terulang terus,” tandasnya.

Pantauan Beritaekspres.com, korban bersama orang tuanya yang didampingi KPAI Kota Bekasi yakni, Rury Arief Rianto, Sugeng Wijaya dan Sopar Makmur Napitupulu  tiba di Polres Cibinong sekitar pukul 13.00 WIB siang dari Kota Bekasi langsung masuk menuju ruang Unit PPA Polres Cibinong, Jawa Barat.  (Yon)